Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Tidak Menganut Proteksionisme saat Berdagang

📅 Kamis, 14 Des 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Tiongkok Tidak Menganut Proteksionisme saat Berdagang Doc: PEDRO PARDO/AFP
Ket. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning

BEIJING - Pemerintah Tiongkok tidak menganut paham proteksionisme dalam perdagangan internasional. Hal ini dilakukan karena kebijakan proteksi dalam perdagangan tidak kondusif untuk arus bebas barang, jasa, dan modal.

"Proteksionisme dalam perdagangan tidak kondusif untuk arus bebas barang, jasa, dan modal, dapat mendistorsi alokasi sumber daya serta merugikan kepentingan konsumen," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, kepada pers di Beijing, Tiongkok, pada Selasa (12/12).

Seperti dikutip dari Antara, Mao Ning mengatakan hal itu untuk menanggapi Wakil Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Gita Gopinath, dalam Kongres Asosiasi Ekonomi Internasional pada Senin (11/12) yang mengatakan kebijakan pembatasan perdagangan dan investasi lintas batas negara meningkat dalam satu dekade terakhir.

Pada 2022, pembatasan baru dalam perdagangan barang, jasa dan investasi melonjak hingga 14 persen menjadi 2.600 kasus atau enam kali lipat dibanding pada 2013.

"Hal ini tidak berdampak baik bagi efisiensi produksi dan pemulihan serta perkembangan ekonomi dunia. Hal yang mengkhawatirkan adalah beberapa negara telah mendorong pemisahan dan pemutusan rantai pasok dengan dalih keamanan, dan menerapkan langkah-langkah pembatasan perdagangan atas nama pengurangan risiko," kata Mao Ning.

Hal itu, kata dia, malah akan membuat dunia semakin tidak aman dan memicu lebih banyak risiko. "Seperti ditekankan Presiden Xi Jinping, di dunia yang kian saling tergantung dan terintegrasi, keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan adalah satu-satunya pilihan yang mungkin," ungkap Mao Ning.

Perekonomian Terbuka

Dia juga menyebutkan Tiongkok selalu berkomitmen untuk membangun perekonomian dunia yang terbuka dan terus mendorong keterbukaan tingkat tinggi.

"Kami selalu percaya bahwa tidak adanya kerja sama menjadi risiko yang paling besar dan kegagalan pembangunan adalah ancaman keamanan terbesar. Tiongkok siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan pembangunan dan kemakmuran bersama melalui kerja sama yang saling menguntungkan," ungkap Mao Ning.

Menurut IMF, lonjakan tajam proteksionisme terutama terjadi selama pandemi Covid-19 dalam bentuk restriksi ekspor barang medis seperti vaksin. Peningkatan tajam pembatasan ekspor/impor juga terjadi selama perang Russia-Ukraina serta perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok.

Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo, mengatakan negaranya akan mengambil tindakan sekuat mungkin untuk melindungi keamanan nasional terkait pembuatan cip oleh pabrikan Tiongkok Huawei. "Kami telah memperjelas posisi kami mengenai kontrol ekspor cip AS yang menargetkan Tiongkok dalam beberapa kesempatan," kata Mao Ning.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.