Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Tekankan Digitalisasi Dapat Perbaiki Layanan Kesehatan

📅 Rabu, 13 Des 2023, 23:33 WIB | Oleh:
Kemenkes Tekankan Digitalisasi Dapat Perbaiki Layanan Kesehatan Doc: antara



"Dengan digitalisasi kami bisa tahu berapa lama waktu pasien dari mulai mendaftar hingga mendapat obat. Ternyata rata-rata 3 atau 4 jam dan dengan sistem kami bisa memperbaiki layanan," kata Setiaji, saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu.

Setiaji mengatakan bahwa rekam media digital yang dikembangkan melalui aplikasi Satu Sehat dapat menjamin keamanan data pasien.

"Dengan kertas kami tidak bisa menjamin keamanan datanya, termasuk pada saat dibawa oleh petugas. Melalui sistem justru kami bisa mendeteksi ini siapa yang buka, kemudian siapa saja yang boleh buka," ujar Setiaji.



Kementerian Kesehatan, kata Setiaji, menargetkan dapat mengintegrasikan data dari 60 ribu fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Integrasi berbagai aplikasi juga dilakukan agar sistem lebih terpusat.

"Melalui adanya integrasi kami akan dapatkan data yangreal time(aktual). Bagaimana 400 aplikasi kami tenggelamkan, lalu kami sederhanakan, sehingga dari 400 kini jadi tinggal 9 aplikasi," ujar dia.

Saat ini Satu Sehat yang sebelumnya bernama PeduliLindungi akan mempersingkat kerja tenaga medis dalam input data. Penyederhanaan sistem juga dilakukan dalam penyeragaman bahasa dan standar data.

Pengembangan digitalisasi juga tengah dilakukan melalui penggunaanartificial intelligence(AI) atau kecerdasan, lanjut Setiaji, terutama untuk para orang tua di Jakarta sebagai percontohan.

"Kami juga mengembangkan AI yang akan menjelaskan kondisi anak setelah ditimbang dan pemeriksaan di posyandu misalnya, kan sekarang juga ada program AI dari video yang direkam kemudian teksnya bisa diganti-ganti," kata Setiaji.

Kemenkes menjamin pemrosesan data pribadi masyarakat bahwa data yang terkirim dari mereka ke perangkat masyarakat sudah dienkripsi. Kemenkes, kata Setiaji, jugamembagi data yang terbagi dalam data pribadi dan data yang tidak pribadi.

"Begitu dikirim data dari kami kehandphonemasyarakat itu dienkripsi. Jadi data ini walaupun ada perlindungan data pribadinya bisa dimanfaatkan oleh peneliti, tetapi, sudah dihilangkan nama identitas pribadinyasehingga kami masih bisa tetap memproses data tersebut," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.