Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara-negara Kaya Harus Hentikan Penggunaan Bahan Bakar Fosil pada 2040

📅 Senin, 11 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Negara-negara Kaya Harus Hentikan Penggunaan Bahan Bakar Fosil pada 2040 Doc: ISTIMEWA
Ket. Bahan Bakar Fosil

PARIS - Para ilmuwan iklim, pada Jumat (8/12), mengatakan kepada PBB agar negara-negara kaya berhenti menggunakan batu bara pada 2030, serta minyak dan gas pada 2040, supaya dunia dapat membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celsius. Sementara negara-negara miskin, mereka merekomendasikan untuk berhenti menggunakan batu bara pada 2040, serta berhenti menggunakan minyak dan gas pada 2050.

Dikutip dari The Straits Times, dalam catatan yang disampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dan badan Perubahan Iklim PBB, para ilmuwan iklim dari Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim atau Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK) dan Universitas Exeter mengatakan tidak banyak ruang untuk bertindak selain penghentian total bahan bakar fosil.

Garis waktu yang sempit yang mereka buat terjadi ketika para perunding iklim pada pembicaraan Conference of the Parties 28 (COP-28) di Dubai sedang bergumul mengenai masa depan minyak, gas, dan batu bara, yang bertanggung jawab atas sebagian besar emisi pemanasan global yang dihasilkan umat manusia.

Batasi Pemanasan Global

Perundingan iklim PBB bertujuan membantu dunia memenuhi tujuan Kesepakatan Paris yang membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius dibandingkan tingkat pra-industri, namun sering kali tidak jelas bagaimana target tersebut dapat dicapai.

Direktur PIK, Johan Rockstrom, mengatakan perhitungan baru yang dikirimkan ke PBB menunjukkan dunia mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan kecepatan dan skala yang membuat perdebatan di COP-28 tentang dekarbonisasi pada tahun 2050 atau rencana "penghentian bertahap" tidak relevan lagi.

"Diskusi harus berkisar pada upaya serius dan adil untuk mulai menerapkan rencana penghentian bertahap," katanya.

Catatan untuk Guterres tersebut menggunakan perkiraan jumlah karbon dioksida yang dapat dipompa dunia ke atmosfer dan masih membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celsius dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim atau Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB.

Para ilmuwan menghitung dampaknya terhadap minyak dan gas, jika negara-negara kaya yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dapat menghentikan penggunaan batu bara pada tahun 2030, diikuti oleh negara-negara lain di dunia pada tahun 2040.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.