Enggano, Pulau Terluar yang Kaya Pesona
📅 Sabtu, 09 Des 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Sebagai pulau tektonik, Enggano tersusun oleh perbukitan bergelombang, bukit karst, daratan, dan rawa. Ekosistem hutan mangrovenya yang luas, bukan hanya menjadi penahan dari gempuran gelombang, namun menjadi habitat beragam flora-fauna, yang menarik untuk dikunjungi.
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2008 telah menetapkan 111 pulau terluar di Indonesia. Di antara pulau itu terdapat pulau-pulau kecil terluar yang salah satunya adalah Enggano yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Jarak Pulau Enggano ke ibu kota Provinsi Bengkulu sekitar 156 kilometer. Sedangkan jarak terdekat adalah ke Kota Manna, Bengkulu Selatan sekitar 96 kilometer.
Pada 2023 ini, pelayaran ke pulau ini dilayani oleh Kapal Motor Penumpang Pulau Tello dari Pelabuhan Baai di Kota Bengkulu ke Pelabuhan Malakoni di Pulau Enggano dengan waktu tempuh 10 jam.
Nama Enggano berasal dari bahasa Portugis enggano yang bermakna kesalahan. Nama tersebut diberikan oleh Alvaro Talesso dan Alonzo Rolesso, dua orang pelaut Portugis, yang terdampar di pulau tersebut untuk waktu yang lama setelah kapal mereka terhempas badai pada 1506.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 5 Juni 1596, ekspedisi Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman tercatat mendarat di Pulau Enggano. Namun sejak 1596 hingga 1771, tidak ada orang Eropa yang hadir secara terus menerus di Pulau Enggano.
Meski Belanda pernah melakukan ekspedisi dari Batavia pada 1645, Pulau Enggano termasuk pulau yang mereka telantarkan. Pada 1684, Pulau Enggano berada di bawah kekuasaan Inggris bersamaan dengan keberhasilan mereka merebut Bengkulu dari Belanda.
Sebelum para penjajah Eropa mengenalnya, Pulau Enggano telah lama dikenal oleh orang Melayu. Penduduk asli menyebutnya sebagai Pulau Telanjang. Nama ini muncul karena pada masa lalu masyarakat adat Enggano baik pria maupun perempuan masih bertelanjang dada.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun orang Enggano memiliki sebutan sendiri untuk menyebut pulau yang memiliki luas 397,2 kilometer persegi itu. Mereka menyebutnya dengan nama È Loppeh yang dalam bahasa Enggano berarti tanah, daratan, atau bumi.
Enggano dihuni satu suku dengan lima klan atau puak. Klan dimaksud adalah Kaitora, Kauno, Kaharubi, Kaahua, dan Kaharuba termasuk suku pendatang (Kamay). Mereka tinggal di enam desa yaitu Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana, dan Kahyapu.
Pulau yang dihuni oleh oleh 4.035 jiwa menurut sensus tahun 2020 tidak sendiri. Di sekelilingnya ada pulau-pulau kecil menemaninya seperti Pulau Dua, Merbau, dan Bangkai yang terletak di sebelah barat pulau utama. Sedangkan Pulau Satu yang berada di sebelah selatannya.
Menurut Gunawan, dkk. (2006) dalam tulisan berjudul Pulau Enggano, Bengkulu: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu, pulau ini termasuk dalam pulau karang yang terbentuk dari aktivitas tenaga endogen dari perut Bumi. Tenaga tersebut terdorong lantai samudra ke permukaan air laut.
Sebagai pulau tektonik, Pulau Enggano tersusun oleh perbukitan bergelombang, perbukitan karst, daratan, dan rawa. Perbukitan bergelombang terdapat di daerah tenggara dengan ketinggian antara 170-220 meter. Sedangkan perbukitan karst yang mempunyai ketinggian antara 100-150 meter terdapat di bagian barat laut, menunjukkan morfologi yang khas dan didominasi oleh batu gamping.
Di bagian utara terutama daerah pantai merupakan dataran rendah alluvial yang berawa-rawa dengan ketinggian 0-2 meter. Sedangkan bentuk permukaan tanah di Pulau Enggano secara umum dapat dikatakan cukup datar hingga landai, dengan sedikit daerah yang agak curam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!