Penanggulangan Masalah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
📅 Senin, 20 Apr 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim PenulisTimika - Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika, Papua Tengah saat ini fokus pada upaya penanggulangan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih acapkali terjadi di wilayah itu.
Ketua Tim Penggerak PKK Mimika Susana Suzy Herawaty Rettob di Timika, Senin, mengatakan selama kunjungan kerja ke beberapa distrik (kecamatan) di wilayah pesisir dan pegunungan Mimika pihaknya selalu menerima laporan dan pengaduan terkait kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.
Selain itu, juga kasus pernikahan anak usia dini dan kasus anak putus sekolah yang masih tinggi.
"Ini menjadi perhatian khusus kami terutama bagi Tim Penggerak PKK di tingkat distrik dan kampung (desa). Ini membutuhkan keterlibatan berbagai sektor untuk melihat dan mencari solusi atas permasalahan tersebut," kata Susana saat melantik Ketua Tim Penggerak PKK 18 distrik se-Mimika.
Menurut dia, tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Mimika salah satunya dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menyikapi hal itu, Tim Penggerak PKK Mimika telah menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memberikan penyuluhan dan edukasi kepada para pelajar, guru, maupun orang tua.
"Tahun ini kami fokus pada program penyuluhan dan edukasi kepada orang tua," ujarnya.
Isteri dari Bupati Mimika Johannes Rettob itu menyebut PKK Mimika juga secara khusus memberi perhatian pada bidang pendidikan generasi muda, terutama pendidikan anak usai dini.
Sebaiknya Anda baca juga:
PKK Mimika mewajibkan semua distrik memiliki sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kampung-kampung guna mendukung program pemerintah yaitu wajib belajar 13 tahun.
Dalam hal mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga, PKK Mimika memberdayakan kaum perempuan setempat melalui program pembukaan lahan pekarangan untuk menanam tanaman yang bermanfaat untuk menunjang ekonomi keluarga.
"Kami bekerja sama lintas sektor dengan PT Freeport Indonesia dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan untuk penyediaan bibit tanaman maupun pupuk organik," ujar Susana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!