Enggano, Pulau Terluar yang Kaya Pesona
📅 Sabtu, 09 Des 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPada bagian timur pulau lebih datar daripada bagian barat. Secara proporsional dapat dikatakan 63,39 persen dari pulau ini mempunyai kemiringan landai (0-8 persen), 27,95 persen agak miring (8-15 persen) dan sisanya daerah miring sampai terjal (15-40 persen). Tanahnya didominasi oleh jenis tanah kambisol, litosol, dan aluvial, selain tekstur lempung berliat.
Hutan dan Pantai
Hutannya masih sangat lestari dan terjaga oleh penduduknya. Ada 3.724,75 hektare merupakan hutan desa, 24.184 hektare hutan ulayat, 719 hektare hutan nibung, 465,25 hektare hutan waru, 1.967,75 hektare rawa, dan 394,74 hektare hutan keramat. Lainnya adalah persawahan (301,75 hektare), perkebunan (2.614,50 hektare), perkampungan (123,25 hektare), dan hutan bakau 91.710,50 hektare).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu garis pantai Pulau Enggano mencapai 112 kilometer. Karakteristik pantai-pantainya dapat dikategorikan dalam 5 tipe utama yaitu pasir berlumpur, pasir, pasir berkarang, pasir karang berlumpur, dan pantai karang berbatu.
Di sepanjang pantainya yang berpasir dan berlumpur membentang hutan mangrove yang menjadi hutan paling mangrove paling luas di Provinsi Bengkulu.
Ekosistem hutan mangrove di Enggano dikenal sangat kompleks. Keberadaannya sangat penting untuk untuk habitat beragam biota, pelindung abrasi dari gelombang dan intrusi air laut, perangkap sedimen, serta penyedia nutrisi bagi ekosistem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hutan ini mangrove di Enggano memiliki ketebalan antara 50 - 1500 meter dari bibir pantai ke menuju daratan. Tanjung Kaana merupakan daerah yang mempunyai hutan mangrove paling lebat, ketebalannya rata-rata mencapai 1.000 meter.
Kawasan hutan mangrove menjadi andalan masyarakat untuk menarik wisatawan luar daerah. Titik wisata yang ditawarkan antara lain di Teluk Kio, Kahabi, Berahau, Kiyoyo, Kitap dan Kiabah. Dari enam lokasi itu, tiga lokasi yang berada di dalam kawasan konservasi di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, yakni Teluk Kio, Kiyoyo dan Kiabah.
Beberapa kegiatan yang ditawarkan kepada wisatawan antara lain berperahu di kawasan mangrove, memancing dan menjelajah hutan mangrove. Di kawasan hutannya memiliki sungai yang menjadi jalur begi penjelajahan hutan ini.
Selain itu kegiatan pemantauan flora dan fauna di ekosistem mangrove juga menarik untuk dijelajahi wisatawan dengan minat khusus. Pada musim dingin di belahan Bumi utara, pulau ini menjadi tempat singgah dan mencari makan untuk migrasi burung yang menuju belahan Bumi selatan.
Selain burung migran, Enggano juga memiliki burung endemik yang dapat disaksikan di kawasan mangrove maupun hutannya. Enggano memiliki 6 spesies endemik burung yang hanya terdapat di pulau Enggano dan tidak dapat di jumpai di daerah lain.
Enam spesies itu adalah beo Enggano (Gracula enganensis), betet Enggano (Psittacula longicauda), anis Enggano (Zoothera leucolaema), kacamata Enggano (Zosterops salvadorii), celepuk Enggano (Otus enganensis), dan Uncal Enggano (Macropygia cinnamomea). hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!