Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sistem Keuangan Asean+3 Lebih Rentan terhadap Guncangan

📅 Rabu, 06 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, mengatakan ada empat karakteristik utang agar tidak mengancam.

Pertama, mayoritas utang tersebut dalam bentuk mata uang domestik atau sering disebut utang dalam negeri, maka depresiasi mata uang tidak akan menimbulkan pembengkakan utang.

Kedua, jatuh tempo utang tersebut tidak didominasi dalam jangka pendek. Dengan demikian portofolio utang dalam perspektif waktu harus dilakukan secara optimal.

Ketiga, pembeli obligasi tidak didominasikan oleh investor asing, karena mereka rentan melakukan capital outflow kalau ada shock suku bunga dan nilai tukar.

Keempat, imbal hasil obligasi tidak tinggi, oleh karena negara perlu menjaga tingkat inflasi dan risiko.

Dia menjelaskan utang tinggi memang tidak selalu mengancam stabilitas, karena berkaitan dengan kualitas utang tersebut. "Jika karakteristik utang Asean+3 tidak seperti itu, maka akan rentan mempengaruhi ketidakstabilan sistem keuangan," tegasnya.

Rekannya, pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan pemerintah perlu mengedepankan pengelolaan utang luar negeri secara prudent dan profesional.

Pemerintah, imbau Aloysius, harus memberi perhatian pada utang luar negeri swasta yang didominasi bukan oleh lembaga keuangan. "Sekitar 25 persen utang luar negeri swasta merupakan utang jangka pendek yang tentu menjadi lebih sensitif terhadap gejolak ekonomi," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.