Penyaluran Jagung SPHP Dipercepat, Peternak Menanti Napas Lega dari Beban Pakan
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat penyaluran pasokan jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk meringankan biaya pakan serta menjaga usaha peternakan tetap berjalan.
"Pemerintah mempercepat penyaluran jagung melalui Program SPHP untuk membantu peternak unggas memperoleh bahan baku pakan dengan lebih mudah, menjaga keberlangsungan produksi dan mengurangi tekanan biaya usaha," kata Mentan dalam pertemuan bersama perwakilan peternak, koperasi dan asosiasi di Jakarta, Jumat (9/10).
Melalui optimalisasi stok Perum Bulog, jagung SPHP disalurkan untuk memenuhi kebutuhan peternak, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Amran menegaskan penyaluran SPHP jagung merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjawab keluhan peternak terkait mahalnya pakan dan terbatasnya pasokan jagung. Pemerintah memastikan stok yang tersedia segera didistribusikan, sekaligus mempercepat pengadaan untuk memenuhi kebutuhan di lapangan.
“Yang mendesak sekarang, jagung yang ada di gudang didistribusikan sambil dilakukan pengadaan. Masih ada kuota SPHP 150.000 ton dan itu cukup,” ujarnya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan distribusi jagung SPHP terus diperkuat melalui pengiriman dari sejumlah sentra produksi, antara lain Gorontalo, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan.
Ia menyebutkan sekitar 15.000 ton jagung telah tiba dan menjalani proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.
“Sekitar 15.000 ton yang turun tadi malam langsung didorong 5.000 ton ke Jawa Timur, 5.000 ton ke Jawa Tengah dan 5.000 ton ke Jawa Barat serta Banten. Pemerintah akan selalu hadir untuk rakyat dan memberikan yang terbaik,” ujar Rizal.
Sementara itu, stok jagung Bulog di Lampung telah mencapai lebih dari 5.000 ton untuk memenuhi kebutuhan peternak setempat.
Menurut Rizal, Bulog turut berkoordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk memperlancar pengangkutan jagung melalui jalur laut dan penyeberangan.
Koordinasi dilakukan agar kapal pengangkut bahan pangan mendapat prioritas sandar, sehingga proses bongkar muat dan distribusi ke daerah tujuan dapat berlangsung lebih cepat.
“Kapal-kapal yang membawa bahan pangan kami prioritaskan untuk bisa bersandar, baik di Ketapang, Tanjung Perak, Tanjung Emas, sampai Tanjung Priok. Kami sudah mengoordinasikan agar semua barang yang berkaitan dengan bahan pangan nasional diprioritaskan,” katanya.
Rizal menegaskan harga jagung SPHP ditetapkan sebesar Rp5.000 per kilogram di seluruh Indonesia. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga jagung di pasaran yang mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram, sehingga diharapkan dapat membantu meringankan biaya produksi peternak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!