Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Candi Prambanan Akan Dioptimalkan Jadi Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia

📅 Sabtu, 02 Des 2023, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Candi Prambanan Akan Dioptimalkan Jadi  Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia Doc: antaranews
Ket. Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kemenag I Nengah Duija.

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan terus mengoptimalkan Candi Prambanan agar dapat menjadi pusat destinasi wisata dan tempat ibadah umat Hindu, baik umat di Indonesia maupun dunia.

"Itu adalah legacy yang luar biasa bagi umat Hindu karena sekian lama Candi Prambanan berdiri, selama ini belum bisa digunakan untuk kegiatan peribadatan umat Hindu," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kemenag I Nengah Duija dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan pemanfaatan Candi Prambanan sempat mendapat kendala, meskipun MoU pemanfaatan Candi Prambanan untuk kepentingan agama umat Hindu Indonesia dan dunia sudah berlangsung pada Februari 2022.

Saat itu, kata dia, umat Hindu belum bisa langsung menggunakan hingga mendapatkan panduan atau standard operational procedure (SOP) pemanfaatan Candi Prambanan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Setelah saya dilantik September tahun 2022, Saya langsung berkomunikasi menemui Dirjen Kebudayaan, pada bulan Oktober SOP-nya pun sudah berjalan," ujar dia.

Menurut dia, kini pemanfaatan Candi Prambanan untuk ritual keagamaan kerap digelar, seperti peringatan Hari Raya Siwa Ratri, ritual Upacara Gema Santi Puja 1008 Genta dan Tumpeng, serta yang lainnya.

"Data terkini yang disampaikan teman-teman dari Dinas Hindu Yogyakarta sudah ada 22.700 kunjungan untuk ibadah umat Hindu di Candi Prambanan," katanya.

Di sisi lain, kata dia, Ditjen Bimas Hindu memiliki dua program prioritas lain selain Candi Prambanan, yakni digitalisasi dan pendidikan.

Untuk digitalisasi, Ditjen Bimas Hindu sebelumnya memiliki beberapa aplikasi yaitu e-Pasraman, Sindu (Sistem Informasi Hindu), Wedangga (Weda dalam Genggaman Anda), dan Digital Arsip.

Berdasarkan arahan Menteri Agama, masing-masing aplikasi itu digabung menjadi satu yakni dalam Pusaka Super Apps.

Namun, Duija mengaku masih belum puas dengan data yang telah dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut, terutama dari direktoratnya. Pasalnya, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di daerah membuat input data terkait tempat ibadah belum akurat.

Menurut dia, terdapat sekitar 29 ribu lebih tempat ibadah umat Hindu, namun baru sekitar 10 ribu yang terdeteksi dan terdaftar.

Di sektor pendidikan, Dirjen Duija merasa bersyukur, karena banyak pencapaian yang diraih dan diimplementasikan. Untuk pendidikan tinggi capaian utama terkait SDM, pada 2023 ini sebanyak 16 guru besar berhasil dikukuhkan.

Selain itu, pihaknya juga memberikan beasiswa LPDP dalam program Beasiswa Indonesia Bangkit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.