Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ledakan di Wilayah Pemberontak Tewaskan Puluhan Orang

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ledakan di Wilayah Pemberontak Tewaskan Puluhan Orang Doc: AFP
Ket. Gambar yang diambil pada Senin (1/6) memperlihatkan lokasi ledakan yang porak poranda akibat ledakan dahsyat di wilayah yang dikuasai pemberontak di Myanmar utara pada Minggu (31/5). Akibat ledakan dahsyat ini dilaporkan puluhan orang tewas.

YANGON – Dua petugas penyelamat melaporkan sebuah ledakan di Myanmar utara pada Minggu (31/5) telah menewaskan puluhan orang, dengan pemberontak yang menguasai wilayah tersebut mengatakan ledakan itu disebabkan oleh ledakan bahan peledak pertambangan yang tidak disengaja.

Seorang petugas tanggap darurat di Distrik Namhkam, Negara Bagian Shan, tempat ledakan terjadi, mengatakan 46 orang tewas, termasuk enam anak-anak, dan lebih dari 70 lainnya terluka.

Ledakan besar itu menghancurkan banyak rumah dan orang-orang yang terluka dibawa ke rumah sakit setempat, kata petugas darurat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena alasan keamanan.

"Mungkin ada lebih banyak orang yang tewas di bawah rumah mereka yang hancur," ucap dia.

Petugas penyelamat lain, yang juga meminta namanya dirahasiakan, mengatakan jumlah korban tewas lebih tinggi yaitu 59 orang dan semua jenazah telah dikumpulkan oleh petugas darurat untuk dikremasi.

Myanmar telah terperosok dalam perang saudara sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021, dengan angkatan bersenjata melawan berbagai gerilyawan prodemokrasi dan kelompok bersenjata etnis minoritas yang kuat.

Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), salah satu faksi minoritas etnis paling kuat di negara itu, mengatakan bahwa ledakan tak disengaja dari bahan peledak yang disimpan dan digunakan dalam pertambangan dan penggalian batu terjadi sekitar pukul 12 siang waktu setempat pada Minggu di Namhkam.

"Akibat ledakan ini, banyak penduduk desa setempat kehilangan nyawa dan menderita luka-luka serta kerusakan pada rumah mereka," kata TNLA dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan jumlah korban secara spesifik.

Bahan peledak tersebut milik departemen ekonomi mereka, dan penyebab pasti ledakan tersebut sedang diselidiki, kata kelompok itu.

Banyak kelompok pemberontak di Myanmar bergantung pada penambangan mineral berharga untuk mendanai kampanye mereka melawan militer, dengan langkah-langkah keselamatan yang longgar membuat runtuhan tambang dan kecelakaan lainnya menjadi hal yang umum.

Wilayah perbatasan negara itu merupakan rumah bagi banyak kelompok bersenjata etnis minoritas, banyak diantaranya telah berperang melawan militer sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948 untuk memperebutkan otonomi dan kendali atas sumber daya yang menguntungkan.

Aliansi Tiga Persaudaraan yang disebut-sebut terdiri dari kelompok bersenjata etnis minoritas yang terdiri dari TNLA, Tentara Arakan (AA), dan Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar (MNDAA), telah menyetujui gencatan senjata yang dimediasi Tiongkok dengan militer pada awal tahun 2024. Tetapi pada Juni tahun itu, TNLA melancarkan serangan baru di Negara Bagian Shan dan wilayah Mandalay yang berdekatan.

Pada musim panas itu, pemberontak merebut kota pertambangan rubi Mogok di utara, dengan TNLA memimpin serangan oposisi. Kemudian pada Oktober tahun lalu, TNLA mengatakan telah menyetujui penarikan diri dari Mogok, yang dimediasi oleh Tiongkok.

Kunjungi India

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.