Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Sampah Gantari Tangerang jadi Pusat Pembelajaran Siswa

📅 Senin, 18 Mei 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Bank Sampah Gantari Tangerang jadi Pusat Pembelajaran Siswa Doc: ANTARA/HO-Pemkot TangeranG
Ket. Pelajar sedang belajar mengenai sistem pengelolaan sampah di Bank Gantari.

TANGERANG -- Bank Sampah Gantari di wilayah Paninggilan Utara Ciledug, Kota Tangerang, Banten menjadi pilot project dan pusat pembelajaran pengelolaan sampah bagi pelajar dan warga, karena mampu membuka peluang ekonomi dan menumbuhkan kesadaran.

"Dari yang awalnya hanya untuk mengelola sampah, seperti botol dan plastik, kini menjadi pusat pembelajaran. Kini warga mulai sadar mengelola sampah secara mandiri dan menjaga kebersihan lingkungan," kata Ketua Bank Sampah Gantari, Warto Pambudi dalam keterangannya di Tangerang, Senin.

Ia menjelaskan Bank Sampah Gantari dibentuk pada tahun 2022, yang berawal dari keresahan, karena banyak sampah berserakan, terutama botol dan plastik.

Sistem pengelolaan sampah juga dibentuk oleh pengurus. Warga diajak untuk mengumpulkan dan menyetorkan sampah anorganik kering, seperti botol plastik, gelas minuman serta kardus dan disetorkan ke Bank Sampah.

Sampah yang diberikan, kemudian dilakukan penimbangan dan hasilnya dicatat oleh pengurus Bank Sampah. Setiap kilo memiliki nilai ekonomi yang bisa dikonversi menjadi uang dan lainnya sesuai kesepakatan bersama.

"Dari yang awalnya kita ajak 18 orang, kini memiliki 200 orang nasabah. Sampah telah menjadi alat yang bernilai dan bermanfaat, terutama kebersihan lingkungan," ujarnya.

Dari upaya yang terus dilakukan secara rutin, Bank Sampah Gantari telah mendapatkan sejumlah penghargaan dari tingkat kelurahan hingga Provinsi Banten. "Bank Sampah Gantari juga masuk dalam kategori utama dalam Program Kampung Iklim," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang menyebut Bank Sampah Gantari telah menjadi pilot project dan pusat pembelajaran pengelolaan sampah bagi pelajar dan warga umum, karena mampu membuka peluang ekonomi dan menumbuhkan kesadaran.

Lurah Paninggilan Utara Agus Lesmana mengatakan dampak positif yang begitu besar dari adanya Bank Sampah Gantari ini akan dikembangkan ke sekolah - sekolah, terutama dalam pengelolaan lingkungan.

Sebab, banyak pelajar yang datang untuk belajar mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan, salah satunya dari SMA Yapera melalui program pengabdian masyarakat (P2M). "Oleh karena itu, ke depan akan diintegrasikan dengan program kampung iklim dan sekolah Adiwiyata," ujarnya.

Agus mengungkapkan jika Bank Sampah Gantari telah menjadi contoh praktik baik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Karena banyak warga mendapatkan manfaat, seperti tabungan dari penyetoran sampah untuk bayar iuran dan kebutuhan rumah tangga.

"Kita akan terus kembangkan dan kampanyekan mengenai pengelolaan sampah. Apalagi, ini sejalan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup," ujarnya.

Muhammad Imam, siswa kelas XI SMA An - Nurmaniyah dalam keterangannya mengatakan Bank Sampah Gantari telah banyak memberikan edukasi yang baik dalam mengelola sampah, bahkan menghasilkan uang.

"Kami diajarkan mengenai pengelolaan sampah dari hal kecil hingga besar dan ternyata memiliki nilai ekonomi besar jika dikelola dengan baik," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.