Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

YKI: Dukungan Keluarga Penting bagi Kualitas Hidup Pasien Kanker

📅 Jumat, 24 Nov 2023, 19:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
YKI: Dukungan Keluarga Penting bagi Kualitas Hidup Pasien Kanker Doc: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Ket. Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo Sp PD-KHOM, FACP, dalam "Konferensi Pers Bulan Kesadaran Kanker Paru" di Jakarta, Jumat (24/11)

JAKARTA - Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Profesor Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo Sp PD-KHOM, FACP, menekankan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan terdekat berperan penting terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien kanker.

"Hanya kita yang bisa mengurangi angka kanker di Indonesia, yakni mulai dari keluarga. Bahwa pasien kanker, kanker apapun, terutama kita bicara kanker paru saat ini, tidak akan bisa survive sendiri tanpa dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya," kata Aru dalam Konferensi Pers Bulan Kesadaran Kanker Paru di Jakarta, Jumat (24/11).

Aru mengatakan setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda-beda, baik fisik dan juga mental. Maka sistem pendukung mulai dari perawat, tenaga medis, hingga orang-orang terdekat pasien memegang peranan vital dalam terapi yang dijalankan pasien.

Sistem pendukung diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi para pasien kanker untuk menjalani ragam perawatan. Pasien juga diharapkan memiliki optimisme di dalam pengobatannya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

"Kalau di Indonesia, yang sakit kanker itu bukan hanya satu orang, tapi seluruh keluarga. Dan ini dari pengalaman kami, baik di tempat praktik maupun di luar, bahwa berhubungan dengan keluarga itu amat sangat penting," ujar dia.

Aru mengingatkan bahwa pengobatan kanker lebih mudah dilakukan apabila penyakit tersebut ditemukan saat stadium dini. Oleh sebab itu, dia berharap pasien kanker juga mau berjuang bersama-sama agar bisa mencapai peningkatan kualitas hidup.

Di samping itu, pihak keluarga juga diharapkan membekali diri dengan pengetahuan mengenai perawatan paliatif. Pengetahuan ini bisa didapatkan, salah satunya melalui komunitas pendukung seperti Yayasan Kanker Indonesia. Dengan pengetahuan yang cukup, keluarga diharapkan mampu merawat pasien dengan lebih baik.

"Kita bisa merawat dengan baik kalau kita mendapat 'senjata' (pengetahuan). Tapi prinsipnya adalah support. Kalaupun tidak belajar (perawatan) paliatif, support itu akan sangat penting. (Dukungan) moril, tidak ikut nangis bersama pasien dan tidak ikut stres. Itu yang penting," kata Aru. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.