Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Wabup Garut Tugaskan Disdik Cek Sekolah Tidak Punya Bangku dan Kursi

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Wabup Garut Tugaskan Disdik Cek Sekolah Tidak Punya Bangku dan Kursi Doc: ANTARA/Feri Purnama
Ket. Suasana sekolah yang tidak memiliki bangku dan kursi di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Garut - Gerak cepat, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman sudah menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk mengecek kondisi SD Muhammadiyah As Salam di Kecamatan Cibiuk yang belajar lesehan karena tidak memiliki meja dan kursi, untuk selanjutnya jika memenuhi syarat bisa mendapatkan perhatian pemerintah.

"Saya tugaskan dinas untuk melihat ke sana, investigasi ke lapangan seperti apa sebenarnya," kata Helmi Budiman kepada wartawan di Garut, Rabu.

Ia menuturkan baru mendapatkan informasi adanya sekolah yakni SD Muhammadiyah As Salam yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara lesehan karena tidak memiliki kursi dan bangku bagi siswa.

Apalagi bangunan sekolah itu, kata Helmi, diketahui sudah berdiri selama 13 tahun dengan kondisi masih seperti saat ini tidak punya bangku dan kursi untuk kenyamanan belajar siswa.

Menurut Helmi, kondisi itu masih menjadi pertanyaan apakah sekolah itu menerapkan sistem belajar lesehan atau karena tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar siswa.

Agar persoalannya bisa diketahui lebih dalam, kata Helmi, maka perlu dicek oleh jajaran Disdik Garut untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan seperti apa awal mula sejarah didirikannya sekolah tersebut.

"Jadi, biar cleardilihat dulu sejarahnya, atau awalnya bagaimana, seperti apa," katanya.

Namun, sebelum lebih jauh mendalami kondisi sekolah itu, kata Helmi, tentu perlu memeriksa izin sekolah terlebih dahulu, meski diketahui dari plang sekolah sudah menunjukkan bukti izinnya.

Menurut dia, setiap sekolah yang terakreditasi tentu sudah memiliki izin dari dinas, begitu juga dinas setiap menerbitkan izin sekolah syaratnya harus sudah memiliki fasilitas kegiatan belajar mengajar.

"Akreditasi biasanya ada izin itu ada syarat, syaratnya kalau izin dari dinas itu sekolahnya harus ada termasuk fasilitasnya," kata Helmi.

Ia mengatakan keberadaan SD Muhammadiyah As Salam merupakan sekolah swasta yang artinya inisiatif dari masyarakat untuk membuat sekolah, berbeda dengan negeri yang dibangun oleh pemerintah, dan seluruh fasilitasnya disediakan pemerintah.

Terkait sekolah itu bisa mendapatkan bantuan pemerintah, kata Helmi, bisa saja diberi bantuan yang tentunya sudah memenuhi syarat terlebih dahulu yang bisa menyerap bantuan dari pemerintah.

"Bisa, boleh, cuma biasanya kalau pemerintah itu dia sudah berjalan, sudah memenuhi syarat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.