Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memanfaatkan Kembali Angin Sebagai Penggerak

📅 Senin, 20 Nov 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Memanfaatkan  Kembali Angin  Sebagai Penggerak Doc: Cargill

Para ahli kembali memanfaatkan angin sebagai tenaga untuk kapal kargo yang banyak mengeluarkan emisi karbon. Mereka berlomba mengembangkan teknologi layar dari model layang-layang raksasa hingga model layar berbentuk sayap yang kaku yang dapat dilipat.

Banyak ide yang beredar saat ini untuk kembali memanfaatkan beberapa bentuk layar berteknologi tinggi. Dengan teknologi yang lebih canggih hal ini menjadi tren pelayaran futuristik untuk mengangkut barang dalam mendukung transportasi perdagangan global.

Supervisor operasi kelautan di perusahaan pelayaran Norwegia, Wallenius Wilhelmsen Geir Fagerheim, mengatakan kepadaBusiness Insiderbahwa berbagai faktor perlu dipertimbangkan ketika merancang kapal kargo bertenaga angin. Beberapa hal yang perlu dipikirkan adalah terkait dengan keselamatan, fungsionalitas, kenyamanan awak, dan yang terpenting kecepatan.

"Ada tekanan besar untuk mendapatkan waktu transit sesingkat mungkin di lautan," kata Fagerheim. "Tetapi yang jelas, ketika Anda ingin mendorong kapal dengan sangat cepat dan mempersingkat waktu transit, hal ini juga menimbulkan dampak lingkungan yang sangat tinggi dalam bentuk konsumsi bahan bakar dan emisi," imbuh dia.

Bekerja sama dengan beberapa mitra, perusahaan pelayaran Swedia, Wallenius Marine, kini mengembangkan OceanBird, sebuah kapal kargo yang didukung oleh layar mirip sayap yang dapat ditarik. Teknologi ini diklaim oleh perusahaan tersebut akan mampu membawa 7.000 mobil dan mengurangi emisi hingga 90 persen.

"Mengembangkan teknologi di balik kapal kargo ramah lingkungan merupakan hal yang sangat mengesankan. Hal ini karena yang mengarungi lautan harus membawa semua energi yang mereka perlukan, dibandingkan dengan kendaraan listrik yang dapat berhenti di jalan untuk mengisi daya," kata Fagerheim

Ditambah dengan kurangnya bahan bakar bebas emisi, angin diposisikan sebagai sumber energi bersih yang paling mudah diakses di industri. Namun tantangan sebenarnya, kata Fagerheim, adalah meyakinkan klien untuk naik kapal karena waktu transit yang lebih lambat dibandingkan dengan kapal kontainer tradisional.

Tidak peduli seberapa inovatif teknologinya, jelasnya, tidak masalah kecuali perusahaan menerima gagasan bahwa waktu pengiriman yang sedikit lebih lambat adalah sebuah pengorbanan yang layak.

"Bersama-sama, kedua tantangan tersebut menjadikan pelayaran maritim sebagai industri yang paling sulit dikurangi dalam hal emisi karbon," kata Fagerheim. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.