Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Dinilai Memperparah Ketimpangan Gender di Kawasan Pesisir

📅 Sabtu, 18 Nov 2023, 13:54 WIB | Oleh: Tim Penulis

Akses fasilitas dan layanan kesehatan

Cuaca ekstrem dan gangguan sektor perikanan lainnya tak hanya berdampak pada sumber nafkah perempuan pesisir. Perempuan nelayan harus berlayar lebih jauh dan semakin sulit mencari ikan. Banjir rob juga menyulitkan perempuan dan anak-anak perempuan mengakses layanan kesehatan serta fasilitas lainnya.

Para perempuan sulit pergi ke klinik karena jalanan terendam air dan terisolasi. Kepada saya, salah satu aktivis perempuan nelayan di Demak menceritakan pengalamannya membantu perempuan melahirkan di tengah banjir rob dan rumah yang kebanjiran.

"Prosesnya sangat sulit," kata dia, "karena banjirnya terlalu tinggi dan tidak ada perahu. Bayinya meninggal dunia dua atau tiga hari kemudian."

Tak hanya di Pantura, studi di negara lainnya menunjukkan tren kerentanan serupa. Di pesisir barat daya Bangladesh, bencana alam seperti badai dan siklon, telah lama menyengsarakan perempuan. Lebih dari 140 ribu orang meninggal akibat bencana siklon 1991, hampir semuanya atau 90% adalah perempuan.

Studi terbaru mengamati kehidupan perempuan, khususnya etnis Munda di distrik Khulna, Satkhira dan Bagerhat. Penelitian ini menemukan pengelolaan sumber air yang buruk (kolam dan saluran air) mengakibatkan intrusi air laut yang parah. Perempuan dan anak-anak perempuan, yang bertanggung jawab atas logistik rumah tangga, harus berjalan sejauh 3 km-bahkan sampai 5 km-untuk mencari air bersih.

Mereka menghabiskan waktu berjam-jam membawa berguci-guci air yang berat, sehingga rentan mengalami penyakit kronis. Saat kekeringan, pencarian air bisa memakan waktu tiga jam dalam sehari. Di tengah tugas berat itu, perempuan dan anak-anak masih juga menerima pelecehan dari laki-laki dewasa ataupun remaja.

Studi tahun 2020 di Ilaje, kawasan pesisir Nigeria, menemukan perempuan dan anak-anak perempuan kerap bertanggung jawab memastikan pasokan makanan, bahan bakar, dan air bersih di rumah. Saat curah hujan berkurang atau kekeringan datang, mereka juga harus menempuh jarak yang sama. Para remaja perempuan terpaksa bolos sekolah untuk membantu ibu mereka melaksanakan tugas ini.

Ibu hamil di Ilaje, khususnya, rentan mengalami malnutrisi, dehidrasi, anemia, dan risiko kesehatan lainnya akibat kelangkaan bahan makanan dan air akibat perubahan iklim.

Lantaran mengakarnya budaya patriarki, perempuan Ilaje tidak bisa bebas membuat keputusan dalam keluarga maupun masyarakat. Mereka tidak punya kuasa atas urusan keuangan dan aset. Mereka juga tidak diberi kesempatan terlibat di ruang publik, khususnya dalam diskusi di tengah komunitas tentang adaptasi perubahan iklim.

Walhasil, mereka tidak bisa menyuarakan keperluan dan kebutuhan mereka di level keluarga ataupun komunitas.

Luas ekosistem laut dan pesisir mencakup dua pertiga dari luas Bumi. Kawasan pesisir berperan penting dalam pemenuhan pangan dan energi, termasuk juga menciptakan kesempatan kerja. Sekitar 600 juta orang-setara 10% populasi dunia-tinggal di kawasan pesisir dengan ketinggian hanya 10 meter di atas permukaan laut.

Semboyan utama dari agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) adalah "tak ada seorang pun yang terlupakan (leave no one behind)" . Pendekatan politik feminis dalam isu perubahan iklim sangat penting untuk memahami bahwa perempuan dan anak-anak mengalami beban berlapis-lapis di daerah pedesaan dan pesisir di seluruh dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BPS: Fenomena El Nino Ubah ...
Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.