Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

FDA Setujui Vaksin Cikungunya Pertama di Dunia

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 08:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
FDA Setujui Vaksin Cikungunya Pertama di Dunia Doc: firstwordfarma.com
Ket. Vaksin cikungunya yang dikembangkan oleh Valneva Eropa dan akan dipasarkan dengan nama Ixchiq tersebut telah disetujui untuk orang berusia 18 tahun ke atas

WASHINGTON - Otoritas kesehatan AS pada Kamis (10/11) menyetujui vaksin pertama di dunia untuk chikungunya, virus yang disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyebut virus ini sebagai "ancaman kesehatan global".

Vaksin yang dikembangkan oleh Valneva Eropa dan akan dipasarkan dengan nama Ixchiq tersebut telah disetujui untuk orang berusia 18 tahun ke atas yang memiliki risiko paparan tinggi, kata FDA.

Izin dari regulator obat AS tersebut diperkirakan akan mempercepat peluncuran vaksin di negara-negara dengan prevalensi virus paling tinggi.

Chikungunya, penyakit yang menyebabkan demam dan nyeri sendi yang parah, paling banyak terjadi di wilayah tropis dan subtropis di Afrika, Asia Tenggara, dan sebagian Amerika.

"Namun, virus chikungunya telah menyebar ke wilayah geografis baru yang menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit ini secara global," kata FDA. Dalam 15 tahun terakhir dilaporkan terdapat lebih dari 5 juta kasus .

"Infeksi virus chikungunya dapat menyebabkan penyakit parah dan masalah kesehatan berkepanjangan, terutama bagi orang lanjut usia dan individu dengan kondisi medis yang mendasarinya," kata pejabat senior FDA Peter Marks dalam sebuah pernyataan.

"Persetujuan hari ini menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi dan merupakan kemajuan penting dalam pencegahan penyakit yang berpotensi melemahkan dengan pilihan pengobatan yang terbatas."

Vaksin ini disuntikkan dalam satu dosis dan mengandung versi virus chikungunya yang hidup dan dilemahkan, seperti standar pada vaksin lainnya.

Dua uji klinis dilakukan di Amerika Utara pada 3.500 orang.Sakit kepala, kelelahan, nyeri otot dan sendi, demam dan mual merupakan efek samping yang sering dilaporkan.

Reaksi serius dilaporkan pada 1,6 persen penerima Ixchiq dalam uji coba, dua orang memerlukan rawat inap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.