Pemerintah Perlu Dorong Transformasi Struktural
📅 Rabu, 08 Nov 2023, 11:22 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Kinerja perekonomian nasional kehilangan daya pacunya pada triwulan ketiga tahun ini. Karena itu, dibutuhkan upaya ekstra untuk memberikan daya ungkit bagi ekonomi nasional sehingga dapat tumbuh di atas level lima persen.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai transformasi struktural merupakan kunci dalam menumbuhkan perekonomian di Tanah Air di atas 5 persen per tahun.
"Dengan transformasi struktural maka potensi ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5 persen per tahun akan dapat diwujudkan," ujar Josua ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (7/11).
Dia menyampaikan hal itu berkaitan dengan kondisi perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 4,94 persen pada triwulan III 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal pekan ini. Angka tersebut di bawah capaian pada dua triwulan sebelumnya, yakni pada triwulan I-2023 sebesar 5,03 persen dan 5,17 persen pada triwulan II-2023.
Menurut Josua, akselerasi transformasi struktural berupa perubahan struktur ekonomi tradisional dengan produktivitas rendah menuju produktivitas tinggi merupakan hal yang penting agar cita-cita pertumbuhan ekonomi dapat dicapai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Transformasi dapat dilakukan dengan dukungan penerapan teknologi modern, pembangunan infrastruktur, serta orientasi kebijakan dan lainnya. Josua mengatakan dari sisi domestik, berbagai bentuk perbaikan sudah terus dilakukan sehingga ekonomi Indonesia sebenarnya sudah berada dalam arah yang tepat.
Namun, kondisi ekonomi dunia semakin terintegrasi sehingga fenomena VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) juga sering terjadi. "Karena itu, pemerintah jangan hanya fokus pada pertumbuhan, namun harus juga pada stabilitas," kata Josua.
Dia mengatakan untuk bisa menghadapi fenomena VUCA, sangat tergantung pada seberapa cepat transformasi struktural dilakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Josua menyampaikan Indonesia juga berpeluang karena bonus demografi sehingga jika dipenuhi dengan tenaga kerja yang terdidik (skilled labour), dampaknya cukup untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Sementara dari sisi domestik, tantangan yang dihadapi adalah keberlanjutan kebijakan transformasi struktural karena dari sisi politik terdapat kecenderungan mengambil kebijakan-kebijakan jangka pendek.
"Transformasi struktural tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek saja, padahal ini cukup penting memberikan fondasi untuk ke depan agar ekonomi dapat diakselerasi," ujar Josua.
Dampak El Nino
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah dinamika ketidakpastian global dan adanya pelemahan akibat kenaikan suku bunga.
Meski demikian, Kementerian Keuangan mewaspadai Inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) yang masih terpengaruhi oleh dampak El Nino. Kondisi itu melandasi pemerintah menyiapkan sejumlah paket kebijakan untuk mengantisipasi dampak El Nino dan dinamika global sehingga Inflasi akan tetap terkendali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!