Pembebasan Bea Masuk Beras Bukti Pemerintah Subsidi Importir
📅 Rabu, 08 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiJaga Perekonomian
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Fajar Hirawan, menilai penguatan sektor pangan di Tanah Air perlu diprioritaskan untuk menjaga perekonomian agar tetap tumbuh positif.
"Kondisi sektor pertanian yang tumbuh melambat pada triwulan III 2023 ini perlu menjadi perhatian dengan memprioritaskan upaya penguatan pangan," kata Fajar ketika dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (7/11).
Sektor pertanian di Indonesia, jelasnya, tumbuh melambat 1,46 persen dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 13,57 persen pada triwulan III-2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fajar mengatakan perlambatan tersebut disebabkan kondisi El Nino yang berdampak pada menurunnya produksi pangan. Secara global, lanjut Fajar, rantai pasokan pangan yang sebelumnya terganggu akibat perang Russia-Ukraina berpotensi lebih terganggu lagi jika perang antara Israel dan Hamas semakin meluas.
Oleh sebab itu, penguatan pangan nasional perlu menjadi perhatian pemerintah dengan memastikan produksi komoditas utama pangan di lokasi-lokasi lumbung pangan berjalan lancar.
"Kita sangat bersyukur hujan sudah mulai turun sehingga mudah-mudahan ladang atau kawasan produksi pangan bisa berproduksi," kata Fajar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!