Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komnas HAM Kedepankan Pendekatan HAM Tangani Pidana Perdagangan Orang

📅 Selasa, 07 Nov 2023, 13:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komnas HAM Kedepankan Pendekatan HAM Tangani Pidana Perdagangan Orang Doc: antarafoto
Ket. Ketua Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro

BALI - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengedepankan pendekatan HAM dalam menangani kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Asean karena kejahatan lintas negara itu berkaitan dengan pelanggaran hak dasar manusia.

"Semua pihak yang terlibat dalam upaya penanganan TPPO harus mengintegrasikan hak asasi terhadap analisis mereka sebagai tindak lanjut penanganan kasus itu," kata Ketua Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro di sela Konferensi Regional Asean terkait TPPO di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (7/11).

Dia menjelaskan para pihak yang berkaitan dengan penanganan TPPO di antaranya kementerian terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, kepolisian dan instansi terkait lainnya.

TPPO, menurut dia, mencakup perbudakan, eksploitasi seksual, eksploitasi anak, tenaga kerja paksa, hingga pernikahan paksa merupakan bentuk pelanggaran kepada HAM yang memberi dampak kepada perempuan, anak-anak, migran, pengungsi hingga penyandang disabilitas.

Sedangkan di kawasan Asean, lanjut dia, menjadi kawasan yang tinggi arus pekerja migran dengan diperkirakan jumlah pekerja migran mencapai 10 juta per tahun yang sekitar 50 persen di antaranya adalah pekerja perempuan.

Untuk itu, pekerja migran perempuan dinilai rentan menjadi TPPO karena jenis pekerjaan di luar negeri banyak berkaitan dengan keahlian perempuan misalnya asisten rumah tangga atau pekerja domestik.

"Maka calon pekerja migran harus dilengkapi pengetahuan dan perlindungan memadai sejak sebelum berangkat dan di negara tujuan ada prosedur memastikan perlindungannya," katanya.

Ia mencatat data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menyebutkan pada 2018 korban perdagangan orang mencapai 297 orang dan pada 2022 melonjak signifikan mencapai 752 orang.

Sementara itu, lanjut dia, pada Juni 2023 Mabes Polri melaporkan sebanyak 1.006 orang menjadi korban perdagangan orang yang dikirim ke luar negeri sebagai pekerja ilegal dan pekerja domestik.

Komnas HAM RI mencatat banyak warga Indonesia menjadi korban perdagangan orang dengan modus scamming atau penipuan daring di Vietnam, Kamboja, dan beberapa negara di Asean.

Di sisi lain, Komnas HAM RI juga menangani kasus perdagangan orang yang berasal dari warga negara Thailand dan Kamboja dipekerjakan sebagai anak buah kapal di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku pada 2015.

"Mencermati masalah TPPO silang ini, pendekatan HAM perlu perlindungan dan mengedepankan hak asasi di bawah yurisdiksi termasuk yang bukan WNI," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.