Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dosen Killer Tak Bisa Menginspirasi Mahasiswa

📅 Selasa, 07 Nov 2023, 05:00 WIB | Oleh:
Dosen Killer Tak Bisa Menginspirasi Mahasiswa Doc: Istimewa
Ket. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria.

JAKARTA - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, menilai, dosen galak atau "killer" tidak bisa menginspirasi mahasiswa. Pernyataan tersebut menanggapi adanya anggapan dari sebagian mahasiswa bahwa dosen killer sebagai momok terganggunya kesehatan mental mereka.

"Yang bisa menginspirasi itu tentu bukan dosen killer. Karena kalau killer tidak bisa menginspirasikan," ujar Arif, kepada Koran Jakarta, di Jakarta, Senin (6/11).

Dia mengatakan, dosen killer tak mencirikan akademisi. Menurutnya, hanya ada tiga bentuk dosen yaitu dosen biasa saja yang hanya bisa menyampaikan, dosen baik yang bisa menjelaskan, dan dosen hebat yang bisa menginspirasi.

Seorang dosen harus punya rasa ingin tahu yang tinggi, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi. Menurutnya, dosen mesti menjadi penyemangat mahasiswa ditengah perjuangannya.

"Dosen yang menginspirasi itu yang menyemangati, meng-encourage, dan sebagainya," jelasnya.


Tantangan yang dihadapi dosen muda saat ini, antara lain masuknya perguruan tinggi asing, formasi dosen ke depan akan digantikan dengan teknologi serta kesenjangan antara dosen dengan mahasiswa yang merupakan generasi milenial.

Layanan Konseling
Arif mengungkapkan, pihaknya memberikan layanan konseling bagi mahasiswa yang mengalami tekanan, termasuk oleh dosen killer. Di IPB sudah ada fasilitas khusus untuk menangani kesehatan mental mahasiswa.

"Kita sudah punya mental health center, di IPB sudah ada untuk bimbingan konseling," katanya.

Dia menilai, satu sisi, layanan itu dapat mengatasi masalah kesehatan mental mahasiswa. Di sisi lain, bisa mengantisipasi munculnya permasalahan kesehatan mental.

"Dan itu kita lakukan secara lebih serius termasuk di dalamnya ada konselor sebaya. Karena kadang dia itu lebih terbuka sama temannya," ucapnya.

Arif menuturkan, mental health center itu berupa ruang private untuk mahasiswa dan konselor. Tak cuma membicarakan tekanan akibat dosen killer, namun juga bisa menceritakan berbagai masalah yang dihadapi mahasiswa.

"Karena saat ini kesehatan mental menjadi fokus kami untuk diatasi," tandasnya. ruf/and

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.