Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jika Perang Timur Tengah Meluas, Perekonomian Dunia Terancam

📅 Jumat, 03 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Jika Perang Timur Tengah Meluas, Perekonomian Dunia Terancam Doc: JAAFAR ASHTIYEH / AFP
Ket. Asap hitam memenuhi udara di Desa Dayr Sharaf, Palestina, di Tepi Barat, Kamis (2/11). Kekhawatiran kondisi di Jalur Gaza dapat meningkat menjadi konflik regional dan mengaburkan prospek perekonomian global.

NEW YORK - Kekhawatiran meluasnya perang di Jalur Gaza dapat meningkat menjadi konflik regional, yang akan mengaburkan prospek perekonomian global, mengancam serta menghambat pertumbuhan dan memicu kembali kenaikan harga energi dan pangan.

Negara-negara kaya dan miskin baru saja mulai bernapas lega setelah serangkaian guncangan ekonomi selama tiga tahun yang mencakup pandemi Covid-19 dan invasi Russia ke Ukraina. Inflasi yang parah telah menurun, harga minyak telah stabil dan perkiraan resesi telah dapat dihindari.

Dikutip dari The Straits Times, saat ini, beberapa lembaga keuangan internasional terkemuka dan investor swasta memperingatkan bahwa pemulihan yang rapuh bisa berakibat buruk.

"Ini adalah pertama kalinya kita mengalami dua guncangan energi pada saat yang bersamaan," kata Indermit Gill, Kepala Ekonom di Bank Dunia, mengacu pada dampak perang di Ukraina dan Timur Tengah terhadap harga minyak dan gas.

Kenaikan harga tersebut tidak hanya mengurangi daya beli keluarga dan perusahaan, namun juga meningkatkan biaya produksi pangan, sehingga menambah tingginya tingkat kerawanan pangan, khususnya di negara-negara berkembang, seperti Mesir, Pakistan, dan Sri Lanka.

Saat ini, negara-negara sudah berjuang dengan tingkat utang yang sangat tinggi, lemahnya investasi swasta, dan pemulihan perdagangan yang paling lambat dalam lima dekade terakhir, sehingga semakin sulit bagi negara-negara tersebut untuk keluar dari krisis ini.

Suku Bunga Tinggi

Menurut Gill, suku bunga yang lebih tinggi, yang merupakan hasil dari upaya bank sentral untuk mengendalikan inflasi, telah mempersulit pemerintah dan perusahaan swasta untuk mendapatkan akses terhadap kredit dan mencegah gagal bayar.

"Semua hal ini terjadi pada waktu yang bersamaan. Kita berada pada salah satu titik paling rapuh bagi perekonomian dunia," ujarnya.

Jamie Dimon, Kepala Eksekutif JPMorgan Chase, mengatakan pada Oktober mungkin merupakan saat "paling berbahaya yang pernah terjadi di dunia selama beberapa dekade", dan menggambarkan konflik di Gaza sebagai "hal tertinggi dan terpenting bagi dunia Barat".

Permasalahan ekonomi yang terjadi belakangan ini dipicu oleh konflik geopolitik yang semakin mendalam di berbagai benua.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terkait transfer teknologi dan keamanan hanya mempersulit upaya untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah lain, seperti perubahan iklim, keringanan utang, atau konflik regional yang disertai kekerasan.

Kesibukan politik yang berlebihan juga berarti bahwa instrumen moneter dan fiskal tradisional seperti penyesuaian suku bunga atau belanja pemerintah mungkin menjadi kurang efektif.

Pertempuran brutal antara Israel dan Hamas telah merenggut nyawa ribuan warga sipil dan menimbulkan kesengsaraan yang memilukan bagi kedua belah pihak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.