Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tragis, Tersangka Penembakan yang Menewaskan 18 Orang Ditemukan Tewas

📅 Senin, 30 Okt 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tragis, Tersangka Penembakan yang Menewaskan 18 Orang Ditemukan Tewas Doc: ANTARA/doc.Pixabay
Ket. Ilustrasi penembakan dengan memakai senjata api.

Houston - Tragis, tersangka penembakan yang menewaskan 18 orang di negara bagian Maine, Amerika Serikat ditemukan tewas oleh Polisi pada Jumat setelah pengejaran selama dua hari.

Pihak berwenang mengatakan Robert Card (40), ditemukan di sekitar fasilitas daur ulang dekat kota Lewiston, di mana penembakan terjadi, dengan luka tembak di kepalanya yang tampaknya dilakukan sendiri.

"Masyarakat kami sekarang dapat bernafas lega," kata Kepala Polisi David St. Pierre pada konferensi pers. "Saya sangat senang semalam saat mendapat panggilan...memberi tahu saya tentang apa yang terjadi dan bahwa saudara Card telah meninggal dan tidak lagi menjadi ancaman bagi komunitas kami atau komunitas lainnya."

Penembakan membabi buta itu terjadi Rabu malam di arena bowling lokal dan kemudian di sebuah bar.

Polisi mengatakan Card melepaskan tembakan menggunakan senapan penembak jitu berkekuatan tinggi dan membunuh 18 orang serta melukai 13 orang lainnya, sebelum melarikan diri.

Ratusan petugas penegak hukum lokal, negara bagian dan federal memulai perburuan intensif yang menyebabkan komunitas kecil berjumlah 37.000 orang ketakutan dan berada di bawah perintah berlindung di tempat selama hampir 48 jam.

"Saya bernafas lega malam ini mengetahui Robert Card tidak lagi menjadi ancaman bagi siapapun," ujar Gubernur Janet Mills." Namun saya juga tahu bahwa kematiannya mungkin tidak dapat menghibur mereka yang kehilangan."

Polisi mengatakan masih melengkapi semua bukti untuk menyelesaikan penyelidikan. Fokus saat ini telah berubah ke keluarga para korban.

"Sekarang adalah waktu untuk memulihkan diri, dan dengan berakhirnya perburuan ini, saya tahu bahwa penegak hukum terus menyelidiki semua fakta secara menyeluruh sehingga kami dapat memberikan penyelesaian semaksimal mungkin kepada para korban dan keluarga mereka," kata Mills.

"Malam ini, kota Lewiston dan negara bagian Maine mulai bergerak maju melalui jalan penyembuhan yang panjang dan sulit, namun kita akan pulih bersama." lanjut Mills.

Insiden tersebut menjadi penembakan masal ke-567 di AS selama 2023 dan menjadi tahun paling mematikan, menurut Arsip Kekerasan Senjata, sebuah pencatatan online kejadian kekerasan senjata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.