Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legislator: Penurunan Stunting Masih Jadi Prioritas Pemerintah

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 09:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Legislator: Penurunan Stunting Masih Jadi Prioritas Pemerintah Doc: ANTARA/Ali Khumaini
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari (kedua dari kiri).

PURWAKARAT - Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari menyebutkan bahwa penurunan kasus stunting (gangguan pertumbuhan pada anak) masih menjadi prioritas pemerintah, sehingga sosialisasi seputar stunting ke masyarakat terus dilakukan hingga ke desa-desa.

"Kami dari Komisi IX DPR terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami stunting, untuk kemudian melakukan pencegahan dari keluarga," katanya di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, Jumat (27/10).

Dia menjelaskan, dalam melakukan sosialisasi mengenai stunting ke desa-desa di wilayah Purwakarta, Komisi IX DPR RI menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat.

Sementara saat sosialisasi stunting di Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Kamis (26/10), Putih Sari menyampaikan kalau peran serta masyarakat dalam percepatan penurunan angka stunting itu sangat penting.

Agar bisa berperan menurunkan angka kasus stunting, kata dia, masyarakat harus memahami terlebih dahulu apa dan bagaimana stunting. Atas hal itulah, sosialisasi tentang stunting terus digencarkan di desa-desa.

Dalam kegiatan sosialisasi stunting Komisi IX DPR bersama BKKBN, juga diselipkan program lain berupa pemberian protein kepada ibu hamil dan balita, suplemen tambah darah, dan lain-lain.

"Menurut laporan, kasus stunting di Purwakarta ini masih di angka 21,8 persen, atau meningkat dari sebelumnya 20,6 persen. Ini akan terus kita kawal," kata Putih Sari.

Sementara itu, Ketua Tim Penguatan Promosi Kesehatan Reproduksi BKKBN Jawa Barat Fitri Wardhanimengatakan, salah satu cara mencegah stunting adalah dengan menghindari empat terlalu.

Disebutkan, keempat terlalu itu adalah menghindari terlalu muda menikah dan mempunyai anak, menghindari terlalu tua dalam mempunyai anak, menghindari terlalu banyak anak, dan menghindari terlalu dekat jarak kelahiran.

Guna menghindari empat terlalu itu, katanya, di antaranya ialah melalui penggunaan alat kontrasepsi. Termasuk kalangan bapak-bapak, setelah ibu hamil melahirkan anaknya, disarankan langsung menggunakan alat kontrasepsi.

"Penggunaan kontrasepsi ini bisa untuk si ibu atau si bapak. Ketika si ibu berhalangan karena ada penyakit atau hal lainnya, maka si bapak yang bisa menggunakan alat kontrasepsi," kata Fitri.

Menurut dia, penyebab utama stunting adalah kurang gizi akut yang berlarut-larut. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan otaknya terhambat.

"Kekurangan gizi ini bukan hanya karena tak ada asupan gizinya, tapi bisa juga disebabkan oleh perilaku. Misalnya, ketika anak tidak mau makan sayur, maka orang tua harus mencari cara agar anaknya mau makan sayur," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.