Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tekan Angka Kecelakaan Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Kegiatan Promotif Preventif

📅 Senin, 23 Okt 2023, 15:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tekan Angka Kecelakaan Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Kegiatan Promotif Preventif Doc: istimewa
Ket. Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita saat membuka kegiatan Promotif dan Preventif BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2023 di Jakarta.

JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan secara konsisten melakukan upaya promotif preventif sebagai bentuk komitmen menekan angka kecelakaan kerja. Hingga akhir Agustus, tercatat 239.000 klaim kasus kecelakaan kerja dengan total nominal mencapai Rp1,97 triliun.

"BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu badan representasi negara, turut andil dalam membantu, mendukung, dan mendorong para pemberi kerja untuk melaksanakan K3 secara berkelanjutan yang dapat menjadi budaya di lingkungan kerja sehingga kasus angka kecelakaan kerja dapat diminimalisir," kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita saat membuka kegiatan Promotif dan Preventif BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2023 di Jakarta.

Kegiatan promotif preventif dilakukan secara serentak di 10 wilayah di Indonesia. Untuk wilayah DKI Jakarta, BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Korlantas Polri menggelar safety riding dan safety driving bersertifikat bagi 330 peserta dari beberapa perusahaan yang telah mendaftarkan seluruh pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan serta berkomitmen tinggi terhadap pelaksanaan K3.

Sementara di wilayah lain, bantuan promotif preventif juga diberikan dalam bentuk bantuan multivitamin untuk pekerja wanita, pemberian Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja perkebunan, pelatihan K3 bersertifikat, serta penyesuaian lingkungan kerja yang ramah disabilitas.

Jenis kegiatan promotif preventif yang disalurkan ke seluruh Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan ditetapkan berdasarkan tingkat kecelakaan kerja yang terjadi di beberapa sektor usaha sesuai karakteristik masing-masing area operasional di setiap daerah.

Roswita memaparkan, mayoritas kasus kecelakaan kerja terjadi di tempat kerja, yakni 56 persen. Sedangkan 33 persen lainnya terjadi di lalu lintas, dan 9 persen sisanya di luar tempat kerja. Meski bukan yang terbesar, namun kecelakaan lalu lintas memiliki tingkat severity atau keparahan yang tinggi, di mana 6-9 persen korbannya meninggal dunia.

Jika dilihat dari sektor kerjanya, pada tahun ini perkebunan masih menjadi penyumbang kasus kecelakaan kerja tertinggi secara nasional. Sayangnya, perlindungan pekerja di sektor ini belum optimal, yakni 20 persen dari total tenaga kerja yang ada.

Hal inilah yang mendorong BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan ILO melakukan pendampingan dan mengukur secara rinci dampak intervensi program promotif preventif, khususnya di sektor perkebunan.

"Tingginya kasus kecelakaan kerja dapat menimbulkan kerugian bagi berbagai pihak. Pekerja dan keluarganya akan kehilangan sebagian atau seluruh pendapatannya. Perusahaan akan mengalami kerugian akibat berkurangnya produktivitas pekerja. Karena itu, perlu peran aktif dari seluruh pihak, termasuk pemerintah untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan promotif dan preventif ini," kata Roswita.

Roswita menambahkan, kegiatan promotif preventif telah dilakukan BPJS Ketenagakerjaan sejak 2019. Pada 2022, BPJS Ketenagakerjaan melalui 11 kantor wilayahnya telah menyerahkan 31.977 bantuan promotif preventif dalam bentuk: Pemberian Bahan Pangan Bergizi, Pelatihan K3 Umum, Pelatihan Kader Norma Ketenagakerjaan (KNK), dan Penyediaan APD Jasa Konstruksi atau Perkebunan.

Ia berharap kegiatan ini dapat mewujudkan sinergitas dan harmonisasi antara pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja.

"Ke depan BPJS Ketenagakerjaan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan promotif preventif yang dibutuhkan pekerja sehingga hasilnya akan lebih berkualitas dan bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja," ujar Roswita.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang Dewi Mulya Sari berharapan para peserta dapat menjadi contoh bagi rekan-rekannya di perusahaan serta masyarakat sekitar untuk selalu berkendara dengan baik dan menaati peraturan lalu lintas. Sehingga upaya menekan angka kecelakaan kerja di lalu lintas dapat berhasil. Dengan begitu terwujud sinergi dan harmoni antara pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja.

Dewi mengimbau para pekerja, baik penerima upah (formal) maupun bukan penerima upah (informal), untuk memiliki kepedulian dan kesadaran terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari risiko pekerjaan dan risiko sosial yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, manfaatnya yang besar dan iuran yang relatif murah yaitu Rp16.800 per bulan untuk perlindungan program jaminan kerja dan jaminan kematian sehingga aman dan tenang apabila terjadi risiko-risiko di atas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.