Keren, Film 'Like & Share' Tayang di Australia
📅 Senin, 23 Okt 2023, 13:48 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: istimewa
JAKARTA - Setelah tayang di berbagai festival film tingkat dunia termasuk IFFR (Rotterdam), Red Lotus Asian Film Festival (Vienna), Taipei Film Festival, Hong Kong Asian Film Festival, serta meraih penghargaan Film Terbaik di Osaka Asian Film Festival 2023, kini Film "Like & Share" tayang di Australia.
Film hasil kolaborasi rumah produksi Starvision dan Wahana Kreator, "Like & Share" karya Gina S. Noer kembali terpilih sebagai salah satu film yang mewakili Indonesia untuk tayang perdana dalam festival bergengsi internasional, SXSW (South by Southwest) Sydney dan Adelaide Film Festival 2023.
Orchida Ramadhania, Co-Producer Film "Like & Share" mengungkapkan, film ini merupakan usaha bersama untuk menggambarkan isu yang dihadapi remaja Indonesia saat ini terutama pada medium digital, terutama pasar yang besar di Indonesia saat ini adalah remaja. Sehingga film ini di buat untuk menyampaikan pesan kepada remaja dan bisa diterima juga di pasar dunia.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah atas dukungan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang sudah mendukung keberangkatan kami, delegasi dan perwakilan Film "Like & Share" lewat program FBK IB yang juga selaras dengan tujuan kami untuk meningkatkan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia," katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/10).
Orchida menambahkan, film "Like & Share" menceritakan tentang remaja, pelecehan seksual, dan kekerasan berbasis gender online. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada SXSW Sydney dan Adelaide Film Festival atas dua kali penayangan dan kesempatan berdialog bersama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semoga pesan dari film ini bisa menjangkau lebih banyak orang dan sama-sama kita bangun lingkungan yang bebas kekerasan seksual," kata Gina S. Noer, penulis, sutradara dan produser Film "Like & Share".
SXSW Sydney 2023 menjadi festival pertama SXSW yang diselenggarakan di luar Austin, Texas. Festival yang sudah berjalan sejak 1987 akan memulai rangkaiannya di Sydney dari tanggal 15-22 Oktober 2023, dan menghadirkan inovasi dari seluruh dunia dalam bidang teknologi, games, musik, dan film.
Sebanyak 200 film termasuk film layar lebar, film pendek, serial TV, video musik, dan XR akan ditayangkan sepanjang rangkaian SXSW Sydney 2023. Festival ini memiliki kurasi ketat terhadap film yang akan masuk dalam jajaran screen festival sesuai tema seputar relasi manusia dengan teknologi dan inovasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Film "Like & Share" menjadi satu dari dua film feature yang dipilih untuk mewakili Indonesia dalam festival ini dan ditayangkan sebanyak dua kali yaitu pada 18 dan 21 Oktober 2023.
Sementara itu di Adelaide Film Festival, film "Like & Share" menjadi salah satu film Indonesia yang masuk dalam program Country Spotlight Indonesia di Adelaide Film Festival 2023 bersama dengan lima film Indonesia lainnya.
Adelaide Film Festival (AFF) adalah salah satu festival film terkemuka di Australia. Digelar selama dua minggu pada bulan Oktober setiap tahunnya, Adelaide Film Festival menghadirkan pemutaran perdana film lokal dan internasional, karya seni, dan talkshow. Adelaide Film Festival akan diselenggarakan pada 18-29 Oktober 2023, dan menghadirkan 130 film dari 43 negara.
"Like & Share" diputar di Adelaide Film Festival pada tanggal 21 dan 25 Oktober 2023. Sambutan dan resppons yang baik didapatkan dari para penonton di Adelaide di sela-sela sesi tanya jawab setelah pemutaran film di Adelaide. Film ini dinilai sangat penting karena membawa isu global yang kerap disuarakan di Australia. Namun filmmaker Indonesia dinilai berani menggambarkan dualisme dunia digital yang terjadi saat ini dengan bermain-main dalam visual yang sangat menyenangkan namun di waktu yang sama banyak pesan besar yang ingin disampaikan terutama tentang kekerasan berbasis gender online (KBGO).
Film yang dibintangi Aurora Ribero, Arawinda Kirana, Aulia Sarah, dan Jerome Kurnia ini menceritakan eksplorasi kehidupan dari sudut pandang dua gadis remaja, Lisa & Sarah. Film ini membahas trauma dari diskoneksi dengan keluarga, kompleksnya seksualitas di tengah pornografi yang tersebar di media sosial, hingga rapuhnya remaja putri yang mengalami kekerasan seksual baik langsung maupun online.
Sementara itu, Aurora Ribero, sang pemeran utama, bercerita bahwa dalam proses pembuatan film ini sangat serius karena ia didampingi para ahli seperti intimacy coach dan psikolog yang memberikan pemahaman lebih dalam tentang isu kekerasan seksual.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!