Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vaksin Cacar Monyet Diprioritaskan untuk Kelompok Rentan

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 08:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Vaksin Cacar Monyet Diprioritaskan untuk Kelompok Rentan Doc: everydayhealth.com
Ket. Ilustrasi - Vaksin Mpox atau cacar monyet.

JAKARTA - Konsultan penyakit tropis dan menular dan dokter penyakit dalam Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Robert Sinto SpPD, K-PTI mengungkapkan, pemerintah memprioritaskan penyediaan vaksin cacar monyet (Mpox) kepada kelompok rentan.

"Pemerintah sedang menyiapkan skala prioritas bagi kelompok yang akan mendapatkan akses terhadap vaksin cacar monyet," ujarnya dalam talkshow daring bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (19/10).

Skala prioritas tersebut bertujuan untuk memastikan vaksin yang jumlahnya terbatas dapat digunakan secara maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan, ujarnya.

Akses terhadap vaksin cacar monyet tidak akan semudah vaksin Covid-19 yang diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa skala prioritas, tambahnya.

Keputusan pembatasan akses terhadap vaksin Mpox diambil karena masih banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah tertular penyakit ini selain melalui vaksinasi.

"Kita juga bisa mencegah penularan tanpa harus diberikan vaksin. Banyak langkah yang bisa kita lakukan," katanya.

Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari kontak dekat dan hubungan seksual dengan penderita, tambahnya.

"Langkah-langkah pencegahan seperti ini harus kita lakukan meskipun pemerintah tidak menyediakan vaksinnya," lanjutnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI melaporkan ditemukannya kasus baru Mpox di Jakarta pada 14 Oktober 2023.

Pasien tersebut dipastikan terkena Mpox setelah melalui serangkaian pemeriksaan. Pasien berdomisili di Jakarta dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri maupun luar kota.

Dengan ditemukannya kasus baru tersebut, jumlah kasus cacar monyet yang terdeteksi di Indonesia mencapai 2.Kasus pertama ditemukan pada 20 Agustus 2022.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Mpox. Hal ini dapat menyebabkan ruam yang menyakitkan, pembesaran kelenjar getah bening, dan demam.

Secara umum, jumlah kasus Mpox yang terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai 90.618 kasus, dengan total 517 kematian dilaporkan dari 115 negara.

Amerika Serikat merupakan negara yang melaporkan jumlah kasus terbanyak, sementara Tiongkok, Thailand, dan Jepang mendominasi jumlah kasus yang dilaporkan di Asia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.