Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Eropa Serukan Pengetatan Perbatasan untuk Antisipasi Lonjakan Imigran

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Uni Eropa Serukan Pengetatan Perbatasan untuk Antisipasi Lonjakan Imigran Doc: ISTIMEWA

BRUSSEL - Para menteri kependudukan Uni Eropa, Kamis (19/10), bertemu guna membahas peningkatan keamanan di blok kawasan itu setelah serangan mematikan menimpa Prancis dan Belgia, serta kekhawatiran dari perang Israel-Hamas yang akan memaksa pemindahan paksa penduduk.

Seperti dikutip dari Antara, sejumlah pihak dalam blok beranggotakan 27 negara di Eropa itu menyerukan perbatasan diperketat dan memperbanyak repatriasi warga asing.

Mereka menyerukan adanya lagi kesepakatan dengan negara-negara Afrika guna mencegah pengungsi dan imigran masuk ke Eropa sejak seorang warga Tunisia yang tak berhasil mendapatkan suaka, Senin lalu, membunuh dua orang di Brussels.

Pada pekan lalu, seorang guru di Prancis utara terbunuh akibat sebuah serangan yang dikutuk Presiden Emmanuel Macron. Pembunuhan itu terjadi ketika sebagian besar Eropa kian mengkhawatirkan situasi keamanan akibat perang Israel-Hamas.

"Implikasi situasi di Timur Tengah terhadap keamanan dalam negeri kita saat ini adalah topik mendesak," kata seorang diplomat Uni Eropa yang terlibat dalam persiapan perundingan tingkat menteri tersebut.

"Keduanya erat kaitannya dengan situasi-situasi yang berkembang di Timur Tengah dan apa yang tengah kita lihat terjadi di dalam Uni Eropa."

Bertukar Pandangan

Pertemuan ini bakal menjadi kesempatan pertama para menteri untuk bertukar pandangan secara langsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 1.400 warga Israel yang kemudian membuat Israel membalas dengan membombardir Gaza.

Para menteri sepertinya tak akan membuat keputusan spesifik apa pun, namun akan membahas topik-topik termasuk perkembangan apa yang dapat menyebabkan warga Palestina mengungsi dalam jumlah besar atau memicu aksi kekerasan di dalam Uni Eropa.

Kekhawatiran serupa di beberapa negara Uni Eropa mengenai kemungkinan terjadinya lonjakan imigrasi akibat berkuasanya kembali Taliban di Afghanistan pada 2021, ternyata tidak terwujud.

Uni Eropa menjadi waspada sejak lebih dari satu juta orang yang sebagian besar pengungsi perang saudara Suriah, mencapai pantai-pantai mereka setelah melintasi Mediterania pada 2015.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.