Bentuk Karakter Profil Pelajar Pancasila, Mahasiswa UNY Ajarkan Aplikasi Ketikpinter
📅 Kamis, 19 Okt 2023, 00:03 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: istimewa
YOGYAKARTA - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membantu sekolah dengan menerapkan aplikasi Android Kemitraan Holistik Pendidikan Karakter (Ketikpinter) sekaligus melakukan pendampingan metode pengajaran kemitraan holistik dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila.
Mereka adalah Akmal Firmansyah prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Silvia Larasatul Masyitoh dan Enrico Olivian Maricar prodi Teknologi Informasi, Damar Albaribin Syamsu prodi Pendidikan Teknik Informatika serta Regi Dwicahya prodi Bimbingan Konseling.
Menurut siaran persnya, Akmal Firmansyah mengatakan mereka menggandeng SMPN 4 Panggang Gunungkidul dalam pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila ini.
"Para siswa masih perlu bimbingan terkait pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila karena sebagian besar siswa tidak menaati aturan sekolah sebab ingin diperhatikan, rendahnya kesadaran diri untuk disiplin dan pengaruh penggunaan telepon genggam," kata Akmal, Rabu (18/10).
Sekolah ini memiliki peserta didik 145 orang yang terdiri dari 69 laki-laki dan 76 didik perempuan. Jumlah guru 10 orang, yang terdiri dari 4 guru laki-laki, dan 6 guru perempuan dengan tendik sebanyak 7 orang, 5 tendik laki-laki, dan 2 tendik perempuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Silvia Larasatul Masyitoh menambahkan pemerintah menanamkan program penanaman karakter Profil Pelajar Pancasila dan program Merdeka Belajar dan sekolah ini berusaha berinovasi untuk menerapkan program tersebut.
"Namun minimnya standar tenaga pendidik dan standar sarana dan prasarana di sekolah, program tersebut belum optimal dalam realisasinya," ujar Silvia.
Di sisi lain mayoritas siswa telah memiliki dan menggunakan smartphone dalam aktivitas kesehariannya termasuk di sekolah. Dalam hal ini, penyediaan fasilitas media pembelajaran yang dapat meningkatkan karakter 5C abad 21 yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif dan berkarakter berbentuk aplikasi Android akan sangat membantu pemahaman siswa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Damar Albaribin Syamsu menjelaskan, aplikasi Ketikpinter tidak hanya diajarkan bagi para siswa namun juga guru dan orangtua siswa. Pendampingan ilmu dan teknologi untuk mitra dilakukan dengan cara melatih guru agar terbiasa menggunakan aplikasi Ketikpinter dan berdiskusi ketika guru menemukan masalah atau kesulitan.
"Selain itu kami juga memberikan buku pedoman untuk mitra, agar mitra dapat memahami dan lebih mudah menerapkan aplikasi ini," paparnya.
Para siswa juga diberi pendampingan setelah pelatihan. Kegiatan keberlanjutan ini diawali dengan mengamati karakter siswa setelah menggunakan aplikasi ketikpinter agar selanjutnya dapat dilakukan pendampingan oleh tim pengabdi bekerja sama dengan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), guru Bimbingan dan Konseling (BK), guru wali kelas, serta orang tua/wali siswa yang bersangkutan.
Kegiatan ini memiliki potensi dalam aspek religi karena berperan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama yang menjadi bagian integral dari Pancasila.
Disampaikan Regi Dwicahya bahwa dalam proses pembelajaran siswa akan diberikan wawasan yang lebih mendalam tentang ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia yang bermanfaat untuk mempromosikan toleransi antaragama. Selain itu mendorong siswa untuk menghubungkan nilai-nilai agama dengan karakter mereka. Hal ini dapat membantu siswa dalam memahami bagaimana nilai-nilai agama mereka dapat membentuk landasan karakter yang kuat.
"Program pengabdian ini juga berdampak pada melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya lokal daerah dan nasional, terutama yang terkait dengan budaya luhur yang terkandung dalam kebhinnekaan Indonesia," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!