Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KEK Mandalika Dipacu Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

📅 Minggu, 15 Okt 2023, 17:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
KEK Mandalika Dipacu Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian
Ket. Sekretaris Kemenko Perekonomian yang juga menjabat sebagai Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Susiwijono Moegiarso dalam Studium Generale “Perkembangan Kerja Sama Ekonomi Multilateral Indonesia dan Manfaatnya terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika” di Universitas Mataram, NTB, Jumat (13/10/2023).

JAKARTA - Sekretaris Kemenko Perekonomian yang juga menjabat sebagai Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Susiwijono Moegiarso menyampaikan KEK Mandalika menjadi contoh sukses investasi dalam sektor pariwisata dan infrastruktur yang mampu berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kawasan ini merupakan contoh sukses investasi dalam sektor pariwisata dan infrastruktur yang mampu mengubah daerah yang sebelumnya kurang berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang dinamis, ditambah dengan hadirnya wisatawan manca negara ke Mandalika dan sekitarnya," kata Susiwijono dalam acara Studium Generale dikutip melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (14/10).

Susiwijono menjelaskan, dengan investasi besar dalam proyek-proyek seperti hotel, sirkuit balap internasional, serta sarana dan prasarana lainnya, KEK Mandalika telah mendukung pengembangan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Saat ini, ada 20 KEK di Indonesia, yang mana mencakup 10 KEK di Industri Manufaktur, dan 10 KEK Pariwista, termasuk KEK Mandalika.

Dia menilai investasi di sektor pariwisata masih belum setinggi capaian investasi pada sektor manufaktur. Padahal, sektor transportasi, akomodasi, dan makanan minuman mampu memberikan imbal balik berkali-kali lipat.

"Investasi di bidang pariwisata kurang signifikan. Melalui KEK Bandalika kita ingin mendorong PDRB Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Meski masih banyak yang harus dibenahi, tapi kita optimis," terang Susiwijono.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Mataram Profesor Bambang Hari Kusumo menyatakan bahwa dengan adanya MotoGP di Mandalika, impian masyarakat NTB dapat terlaksana.

Rektor berharap, dalam perkembangannya mahasiswa jangan hanya jadi penonton saja, namun dapat mengembangkan kapasitas dirinya untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya.

"Persiapkan dari sekarang apa yang bisa kalian lakukan untuk perkembangan ini. Kalian rajin belajar untuk Indonesia 2045, menjadi job creator bukan job seeker. Mari pakai momen ini untuk berkembang," pungkas Profesor Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.