Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Mulai Panik Hadapi Kenaikan Harga Beras

📅 Rabu, 11 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pakar pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan pemerintah harus menghentikan kebiasaan impor kebutuhan pokok karena harga tidak akan pernah lepas dari dinamika perekonomian global yang sangat dipengaruhi faktor ekonomi dan non-ekonomi seperti geopolitik. Akibatnya, jika harga naik akan terasa dampaknya.

Dalam kesempatan terpisah, Guru Besar Fakultas Pertanian dari Univeritas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan penyaluran dari Gudang Bulog ke penggilingan padi itu akan memperpanjang rantai pemasaran yang justru menambah biaya yang akan meningkatkan harga.

Menurut Dwijono, penyaluran sebaiknya menggunakan pola operasi pasar langsung yang sudah sering dilakukan Bulog sehingga lebih efektif menurunkan harga pasar.

Kalau melihat produksi padi musim gadu ini, secara nasional menurun, tetapi stok Bulog masih ada sekitar 1,7 juta ton yang masih mencukupi untuk operasi pasar hingga Maret tahun depan dengan harapan mampu menurunkan harga beras.

"Namun yang perlu diamati adalah stok yang kurang karena hingga Maret diperkirakan menghabiskan sekitar 1,2 juta ton. Kalaupun akan menambah impor lagi, saya rasa tidak perlu hingga 1,5 juta ton, paling hanya memerlukan tambahan sekitar 600 ribu ton saja," pungkas Dwijono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.