Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paris 'Diserbu' Kutu Busuk Jelang Olimpiade Musim Panas

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 10:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Paris 'Diserbu' Kutu Busuk Jelang Olimpiade Musim Panas Doc: ANTARA/REUTERS/Stephanie Lecocq
Ket. Arsip - Kutu busuk terlihat di sela-sela sofa, di L'Hay-les-Roses, dekat Paris, Prancis, 29 September 2023.

PARIS - Pemerintah Prancis berjuang mengatasi kekhawatiran publik terhadap "serbuan" kutu busuk di Paris menjelang Olimpiade Musim Panas 2024 di kota itu.

Pada Jumat, pejabat pemerintah menggelar rapat mendadak untuk membahas cara mengatasi krisis yang viral di media sosial itu, meski sebagian besar pakar hama tidak terlalu mengkhawatirkannya.

Kutu busuk atau kepinding adalah serangga kecil tak bersayap bertubuh pipih yang bersembunyi di bawah kasur atau sofa. Seperti nyamuk, serangga ini mengisap darah.

Inang utama kutu busuk adalah manusia. Meski parasit ini dapat terinfeksi oleh patogen manusia, belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa mereka menularkan penyakit.

Kutu busuk betina dapat bertelur satu sampai lima butir per hari dan bisa menetaskan 200 hingga 500 telur selama hidupnya. Mereka mampu bertahan selama berbulan-bulan tanpa makanan, kata para ahli hama.

Penumpang kereta, penonton bioskop, dan pemengaruh AS yang sedang menyaksikan Fashion Week adalah sebagian dari mereka yang pernah melaporkan telah melihat atau digigit kutu busuk di Paris.

Situasi itu dinilai dapat mengganggu penyelenggaraan Olimpiade Paris 2024.

Anggota parlemen dari kubu sayap kiri Mathilde Panot membawa ampul yang katanya berisi kutu busuk ke dalam gedung parlemen.

Dia mengatakan kepada Perdana Menteri Elisabeth Borne bahwa kutu busuk ada di mana-mana dan dia mengkritik pemerintah karena tidak bertindak.

"Ibu Perdana Menteri, serangga kecil ini menyebarkan keputusasaan di negara kita. Haruskah kita menunggu Matignon (kantor PM) diserbu (kutu busuk) sebelum Anda bertindak," kata Panot.

Anjing-anjing pelacak dikerahkan untuk mencari kutu busuk di kereta api dan kereta bawah tanah Paris meski sejauh ini belum ditemukan satu ekor pun, kata Menteri Transportasi Prancis.

Pada 2017-2022, lebih dari satu per 10 rumah tangga di Prancis telah terinfeksi kutu busuk, kata otoritas kesehatan.

Badan Nasional Keamanan Pangan, Lingkungan, dan Tempat Kerja (ANSES) mengatakan adanya kutu busuk bukan berarti kebersihannya buruk.

Sebuah organisasi pengendali hama mengatakan panggilan untuk mengatasi kutu busuk selama Juni-Agustus naik 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pengendalian hama memakan banyak biaya dan sering kali tidak terjangkau oleh keluarga berpendapatan rendah.

Paris tidak sendiri, karena ada kota-kota besar di AS yang juga menghadapi wabah kutu busuk. Menurut Orkin, kelompok pengendalian hama, tahun ini Chicago, New York, dan Philadelphia menduduki peringkat teratas.

"Tentu saja kita memiliki lebih banyak kutu busuk daripada sebelumnya, seperti kota-kota besar lainnya di dunia," kata Nicolas Roux de Bezieux, seorang pendiri kantor konsultan pengendalian hama, Badbugs.

"Tetapi ini bukan ledakan seperti Anda kira ketika menonton televisi," katanya.

Entomolog Jean-Michel Berenger mengatakan kepada harian Le Monde bahwa beberapa dekade lalu kutu busuk bisa dikendalikan berkat insektisida yang murah dan efektif.

Insektisida itu, termasuk DDT, kemudian terbukti berbahaya bagi kesehatan manusia dan dilarang.

Kutu busuk berhasil membangun resistensi atau ketahanan terhadap insektisida lain yang lebih ringan, kata para ilmuwan.

Meningkatnya populasi kutu busuk di Paris akhir-akhir ini disebabkan pula oleh kebangkitan pariwisata setelah pandemi COVID-19. Kutu busuk sering terbawa dalam pakaian dan bagasi.

Pengendali hama menyarankan wisatawan untuk memeriksa seprai dan kursi angkutan umum untuk melihat tanda-tanda kutu busuk, seperti bercak kecil berwarna karat.

Barang bawaan harus diperiksa dengan cermat saat dimasukkan kembali ke dalam koper dan saat tiba di rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.