Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Diversushi', Makan di Restoran dengan Keberagaman

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 02:15 WIB | Oleh:
“Diversushi', Makan di Restoran dengan Keberagaman Doc: DIVERSUSHI Project
Ket. Konsep Makanan Baru | Seorang tamu yang menggunakan penutup mata, mencicipi hidangan “diversushi” saat perkenalan konsep makanan baru kreasi Diversushi Project di Ristorante Massa, Tokyo, Jepang, pada awal Juli lalu. Konsep kuliner ini dirancang agar tidak merepotkan orang dengan gangguan penglihatan dan dapat dinikmati orang lainnya.

Kenikmatan makan di luar rumah dapat menjadi halangan bagi sejumlah orang. Oleh karena itu para penggemar kuliner Jepang telah melakukan dua pendekatan inovatif untuk membantu orang dengan gangguan penglihatan dan orang yang mengalami kesulitan menelan dengan menciptakan istilah yang menarik untuk menggambarkan upaya tersebut yaitu diversushi.

Bagi orang yang mengalami gangguan penglihatan, biasanya mereka akan mengalami kerepotan jika makan di restoran. Mereka harus mencari tahu di mana letak semuanya, dimulai dari peralatan makan. Kemudian, mereka harus mencari makanan di piring, memotongnya dengan ukuran yang dapat digigit, mengambil, dan memasukkan potongan itu ke dalam mulut.

"Rasanya kesepian ketika saya tidak dapat menikmati hidangan yang sama dengan orang yang makan bersama saya," ungkap Shunsuke Narisawa yang kehilangan penglihatan ketika usianya 20-an tahun.

Ketika teman-teman mengajaknya pergi makan di luar, Narisawa sering menyarankan untuk pergi ke sebuah restoran sushi, bukan karena rasanya tetapi mudah dimakannya terkait etika yaitu karena dapat menggunakan tangan.

Mengingat hal itu, Narisawa dan seorang temannya, Yoichi Ochiai, berupaya memperbaiki pilihan makanan bagi tunanetra. Mereka merancang sebuah genre makanan baru tanpa merepotkan orang dengan gangguan penglihatan dan dapat dinikmati orang lainnya.

Mereka menyebutnya diversushi, gabungan dari keberagaman (diversity) dan sushi. Konsep itu memiliki tiga poin yaitu mudah diambil dengan tangan, dimakan dengan sekali gigitan, dan menarik tanpa bergantung pada penglihatan.

Meski ada kata sushi di namanya, hidangan itu melebihi makanan laut dan nasi. Sebagai contoh, diversushi ravioli disajikan dengan potongan baguette (roti khas Prancis) di bawahnya yang memungkinan orang mengambilnya.

Acara hidangan khusus digelar di Tokyo pada Juli lalu untuk memperkenalkan diversushi kepada orang-orang, termasuk para penyandang tuna netra. "Konsepnya adalah pengalaman makan yang dapat dinikmati kelompok orang yang beragam dengan cara mereka sendiri. Menu yang imajinatif ini dirancang tidak menggunakan alat makan, tetapi tangan Anda," kata Ochiai dalam pidato sambutannya.

Juru masak Taichi Murayama bertanggung jawab atas menu tersebut. "Diversushi bukan sekadar membuat hidangan yang dapat dimakan dengan tangan atau menyesuaikan makanan itu untuk mereka yang tidak dapat melihat, ini mengenai membuat pengalaman makan berjalan mulus bagi mereka dan membuat orang tanpa masalah penglihatan dapat menikmatinya," tutur Murayama.

Untuk hidangan daging, Murayama membungkus wagyu dalam lembaran kayu cedar. Orang yang makan dapat membuka tali untuk mengakses potongan kecil yang lezat itu tanpa bergantung pada penglihatan sekaligus membuat mereka merasakan tekstur kayu dan menikmati aromanya.

Percakapan sepanjang malam itu penuh dengan wawasan mengenai banyak tantangan bagi pengunjung tunanetra. Salah seorang pria menekankan terkadang ia salah mengambil gelas mitra makannya ketika bersulang dan bahkan memecahkan gelasnya.

Narisawa dan Ochiai merencanakan lebih banyak acara dan mereka berharap diversushi akan menyebarkan sebagai sebuah konsep. Mereka berharap dapat melihat makanan dan budaya yang bisa dibuat oleh juru masak di seluruh dunia.

Mudah Ditelan

Populasi Jepang yang menua termasuk banyak orang yang menderita disfagia atau gangguan menelan. Mereka seringkali tidak memiliki pilihan selain mengkonsumsi makanan pure yang bentuknya tidak mengundang selera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.