Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Difteri Menyerang di Beberapa Wilayah, Ini Penjelasan BRIN

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 13:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Difteri Menyerang di Beberapa Wilayah, Ini Penjelasan BRIN Doc: ANTARA/Adeng Bustomi
Ket. Siswa menangis histeris saat mengikuti vaksin imunisasi massal untuk anak usia dua bulan sampai 15 tahun di SD IT Miftahul Huda, Kampung Cicapar, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (1/3/2023).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan terkait dengan penyakit difteri yang akhir-akhir ini menyerang di beberapa daerah di Indonesia.

Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN Harimat Hendarwan di Jakarta, Sabtu (7/10), mengatakan difteri disebabkan bakteri Corynebacterium Diphtheriae yang menginfeksi bagian faring, laring, dan tonsil.

"Gejalanya itu biasa didahului dengan gangguan pada saat menelan, bernapas juga bisa terjadi masalah di situ, karena ditandai di faring," ujar dia.

Ia menjelaskan bagian selaput tenggorokan yang terinfeksi bakteri itu akan berwarna abu keputihan. Hal itu sebagai reaksi, karena bakteri tersebut sudah merusak lapisan kulit dalam yang melapisi berbagai rongga tubuh yang memiliki kontak dengan lingkungan luar (mukosa).

Dalam kasus berat, ujarnya, bakteri difteri bisa menghasilkan eksotoksin yang dapat masuk aliran darah, sehingga bisa menyebar ke jantung, ginjal, atau saraf, dan menyebabkan gejala fatal lain.

Jika tidak ditangani sesegera mungkin, katanya, penyakit difteri bisa mengancam masyarakat lainnya karenapenyebaran penyakit ini mudah, yakni melalui cipratan air liur (droplet), kontak secara langsung dengan penderita, serta kontak tak langsung dengan barang yang disentuh penderita difteri.

Jika penyebaran penyakit ini sudah masif, kata dia, angka penderita berpotensi mengalami kematian mencapai 10 persen.

"Ketika terjadi outbreak bisa menyebabkan kematian 10 persen bagi penderita difteri," kata Harimat. ??????

Ia mengatakan subjek yang terinfeksi difteri perlu segera diisolasi dan mendapatkan perawatan intensif agar penyebaran virus tersebut dapat dibendung.

Kasus difteri di Subang pertama kali dilaporkan pada 30 September 2023 menyerang anak berusia sembilan tahun, lalu kasus kedua muncul pada 3 Oktober. Dinas Kesehatan setempat sudah melakukan pelacakansiapa saja yang sudah kontak langsung dengan dua orang tersebut.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Garut telah menetapkan status kejadian luar biasa difteri selama Februari-November 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.