Ada 5 Destinasi Wisata yang Akan Dikembangkan di Sekitar IKN
📅 Kamis, 05 Okt 2023, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Sumber: BPS, KJ/ones/and
Penajam Paser Utara, Kaltim - Provinsi Kalimantan Timur memiliki letak yang sangat strategis dengan dikelilingi sejumlah destinasi wisata yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Ibu Kota Negara (IKN).
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif di Otorita IKN Nusantara, Muhsin Palinrugi, menyebut Provinsi Kalimantan Timur memiliki lima destinasi wisata yang dapat mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Mulai dari goa-goa hingga bukit.
"Di IKN, bicara pariwisata yang ada di kawasan pengembangan ini baru ada sekitar lima atau empat destinasi wisata yang potensial kita kembangkan," ujar Muhsin saat ditemui di Titik Nol Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (3/10).
Destinasi tersebut di antaranya Goa Tapak Raja, kawasan mangrove Mentawir, Gunung Parung, air terjun Tembinus serta bukit Bengkirai.
Muhsin menjelaskan destinasi wisata Goa Tapak Raja yang ditemukan oleh pendatang pada 1983 ini berada sekitar 30 kilometer dari Titik Nol IKN memiliki potensi edukasi wisata (eduwisata).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara di kawasan mangrove Mentawir memiliki luas total kawasan sekitar 2.300 hektare dan 300 hektare dari total luasan itu dimanfaatkan sebagai ekowisata mangrove.
Di lokasi ini, lanjut dia, pengunjung dapat menikmati beragam produk dari mangrove berupa kopi mangrove, jus mangrove serta pupur atau bedak yang diproduksi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Lokasi lain yakni Gunung Parung yang menyajikan keasrian hutan yang masih terjaga. Selanjutnya yakni Bukit Bangkirai yang juga memiliki keindahan hutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan adanya potensi pariwisata yang ada di sekitar IKN Nusantara, Muhsin mengakui hingga kini masih ada kendala terkait SDM yang mengelola sektor pariwisata terutama pengelola tempat menginap atau homestay.
"Masih kendala yang kita hadapi dalam konteks SDM, misalnya, di daerah Wonosari ada homestay hanya saja permasalahan SDM pengelola homestay itu," tuturnya.
Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya pun telah memprogramkan pelatihan pengelolaan homestay terkait pelayanan serta akan memberikan program pelatihan pemandu wisata.
Program Netas
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sesmenparekraf), Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan Kemenparekraf menawarkan solusi terkait pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas (upskilling).
"Tapi kita harus tahu dulu peningkatan kapasitas seperti apa yang dibutuhkan," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!