Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno: 'Rohingya Menangis dalam Senyap dan Kita Tidak Boleh Tinggal Diam'

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 18:17 WIB | Oleh:
Menlu Retno: 'Rohingya Menangis dalam Senyap dan Kita Tidak Boleh Tinggal Diam' Doc: Dok Kementerian Luar Negeri Indonesia

NEW YORK - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa nasib masyarakat Rohingya masih belum jelas, dan situasi global dan kondisi domestik di Myanmar membuat isu ini semakin kompleks dan sulit.

"Komitmen politik yang kuat untuk menyelesaikan isu ini adalah niscaya," demikian disampaikan Menlu Retno pada pertemuan side event mengenai Rohingya bertajuk Have they Forgotten Us? Ensuring Continued Global Solidarity with the Rohingya of Myanmar di sela-sela high level week Sidang Majelis Umum PBB ke-78 di New York, Amerika Serikat, Kamis (21/9).

Pada pertemuan tersebut, Menlu RI menyampaikan dua hal yang perlu dilakukan untuk membantu para pengungsi Rohingya, yaitu: Pertama, mendorong adanya solusi politik.

"Isu Rohingya adalah isu kemanusiaan, tapi sangat politis. Oleh karenanya, satu- satunya jalan keluar untuk Rohingya ini adalah melalui solusi politik," ujar Menlu RI seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Jumat (22/9).

Penyelesaian masalah Rohingya harus menjadi bagian integral yang tak terpisahkan dari solusi krisis politik di Myanmar. Menlu menyampaikan bahwa upaya dialog nasional yang inklusif yang didorong oleh Asean melalui 5 point consensus juga harus mencakup penyelesaian bagi masyarakat Rohingya.

Terkait isu repatriasi pengungsi Rohingya, Menlu Retno menyampaikan harus difasilitasi secara sukarela, aman dan bermartabat.

Selanjutnya, Menlu Retno sampaikan bahwa Asean akan terus membantu Rohingya dan Asean tidak akan pernah melupakan Rohingya.

Kedua, memastikan tersedianya bantuan kemanusiaan. Secara umum, rakyat Myanmar memerlukan bantuan kemanusiaan, namun bantuan untuk Rohingya paling dibutuhkan.

"Saat ini lebih dari 1 juta masyarakat Rohingya terlantar dan menjadi pengungsi, sementara mereka yang tinggal di wilayah Rakhine juga menghadapi situasi yang sangat sulit. Mereka rentan menjadi korban kejahatan terorganisir," ujar Menlu Retno.

Karena itu, dukungan dari dunia internasional perlu terus diperkuat.

"Saat ini, masyarakat Rohingya menangis dalam senyap. Hanya karena kita tidak bisa mendengar tangisan mereka, kita tidak boleh tinggal diam," tegas Menlu Retno menutup pernyataannya.

Kegiatan side event ini disponsori bersama oleh Bangladesh, Indonesia, Kanada, Gambia, Malaysia, Turki, Inggris dan Amerika Serikat. I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.