Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala KSP Moeldoko Ajak Investor Korsel Berinvestasi di Sektor Teknologi Pertanian

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 13:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala KSP Moeldoko Ajak Investor Korsel Berinvestasi di Sektor Teknologi Pertanian Doc: antarafoto
Ket. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengajak investor Korea Selatan (Korsel) untuk berinvestasi di sektor teknologi pertanian Republik Indonesia (RI) agar kedua negara dapat mengantisipasi ancaman krisis pangan dunia.

"Indonesia memiliki ketersediaan lahan, kondisi alam yang mendukung, kekayaan varietas, serta ketersediaan SDM dan pasar yang besar. Korsel punya tekonologi pertanian yang maju. Jika kerja sama ini dapat dimaksimalkan, bukan tidak mungkin Indonesia dan Korsel dapat menjaga ketahanan pangan, dan bahkan bertumbuh di tengah ancaman krisis pangan dunia," katanya dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu (13/9).

Moeldoko menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan Maekyung Media Grup (MBN), jaringan media terbesar di negeri ginseng itu, pada Rabu, 13 September 2023, di Seoul. Menurut dia, peluang kerja sama di sektor teknologi pertanian dapat menjadi peluang emas kedua negara untuk sama-sama bertumbuh di tengah ancaman krisis pangan dunia.

Ia menegaskan berinvestasi di Indonesia sangat menguntungkan bagi Korea Selatan karena terdapat populasi hingga 270 juta penduduk, dan dilengkapi sumber daya alam yang melimpah serta perekonomian yang stabil.

Lebih lanjut, menurut Moeldoko, dunia agrobisnis global sedang mengalami masalah pelik yaitu regenerasi pelaku pertanian. Petani sudah semakin tua dan anak muda tidak tertarik untuk terjun ke pertanian. Jika ini tidak segera diatasi, katanya, maka krisis pangan dunia bisa terjadi.

"Di Indonesia, titik terang jawaban atas permasalahan ini sudah dilakukan. Anak muda sudah ikut terlibat dalam industri pertanian dengan pendekatan teknologi," kata dia.

Moeldoko juga menceritakan tentang gerakan anak muda untuk membangun pertanian Indonesia. Aksi yang dideklarasikan dengan nama Gerakan Maju Tani Indonesia itu, kata dia, telah menghasilkan produk-produk pertanian unggul dengan menggunakan pendekatan teknologi, seperti bibit yang unggul dan mampu bertahan dari serangan hama dan cuaca.

"Mereka juga menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam produksi, sehingga terjadi efisiensi," kata Moeldoko yang juga pembina Gerakan Tani Maju Indonesia.

Moeldoko menjelaskan gerakan anak-anak muda dalam memajukan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi ini merupakan modernisasi konsep Marhaen yang diinisiasi oleh Presiden ke-1 RI, Soekarno. Saat itu, kata dia, Soekarno bertemu dengan seorang petani bernama Marhaen yang memiliki lahan dan alat pertanian, namun mengaku miskin.

"Di situlah kemudian tercetus ide gerakan dari Pak Karno untuk menyejahterakan dan memberikan keadilan bagi petani. Untuk itu saya menyebut Gerakan Tani Maju Indonesia ini sebagai Neo Marhaen," katanya.

Kunjungan kerja Moeldoko ke Seoul, Korea Selatan untuk menjadi pembicara pada Forum Pengetahuan Dunia atau World Knowledge Forum (WKF). Forum yang sudah berlangsung sejak tahun 2000 ini, mengumpulkan 200 pengusaha dan pakar dari seluruh dunia untuk memprediksi masa depan, dan membahas solusi atas masalah-masalah yang dihadapi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.