Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perguruan Tinggi Didorong Kembangkan MBKM Mandiri

📅 Senin, 04 Sep 2023, 01:01 WIB | Oleh:
Perguruan Tinggi Didorong Kembangkan MBKM Mandiri Doc: Koran Jakarta/Muhamad Ma’rup/Tangkapan Layar
Ket. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim

SEMARANG - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mendorong perguruan tinggi mengembangkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri. Menurutnya, kampus mesti mampu mengandeng industri untuk menjaga keberlangsungan program MBKM.

"Besar sekali harapan saya agar kolaborasi lebih intensif bagi perguruan tinggi dan mitra industri. Kolaborasi kita adalah kunci keberhasilan Kampus Merdeka, penggerak kemajuan pendidikan Indonesia," ujar Nadiem, dalam acara Kampus Merdeka Fair 2023, di Semarang, Minggu (3/9).

Dia mengatakan, melalui MBKM, untuk pertama kalinya mahasiswa difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan yang memperkaya ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang bermakna dan relevan. Sejak kebijakan MBKM diluncurkan empat tahun lalu lebih dari 760.000 mahasiswa telah melakukan magang dan studi independen di perusahaan kelas dunia, mengajar di sekolah, mengerjakan proyek wirausaha, sampai mengikuti pertukaran pelajar dalam dan luar negeri.

"Dari jumlah tersebut, lebih dari setengah mahasiswa merupakan peserta program Kampus Merdeka yang diselenggarakan secara mandiri oleh perguruan tinggi masing-masing," tambahnya.

Nadiem menyebut, capaian tersebut baru langkah awal. Menurutnya, transformasi besar tersebut, tidak bisa terwujud tanpa komitmen dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia serta dukungan dan kolaborasi dari berbagai mitra. "Ke depan, kita harus melanjutkan gerakan ini dengan melibatkan lebih banyak pihak," tandasnya.

Memerdekakan Potensi

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Nizam, menyampaikan bahwa semangat dari Kampus Merdeka memiliki esensi transformasi pendidikan tinggi untuk bersama melangkah maju ke depan. Harapannya, dari Kampus Merdeka perguruan tinggi nantinya tidak hanya mencetak lulusan, akan tetapi memerdekakan potensi mahasiswa agar mereka menjadi yang terbaik setelah lulus dari bangku perkuliahan.

Dia menerangkan, sebagai sebuah kebijakan, MBKM juga dilaksanakan untuk terus menjaga relevansi kompetensi lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, hal tersebut penting di tengah semakin menguatnya peran teknologi dalam berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat.

"Semoga melalui kegiatan ini, kita bisa saling berbagi pengalaman, menimba ilmu, dan mengokohkan semangat transformasi perguruan tinggi kita menuju perguruan tinggi masa depan yang gemilang," katanya.

Rektor Udinus, Edi Noersasongko, mengungkapkan, pihaknya telah ikut menyelenggarakan berbagai program Kampus Merdeka secara mandiri. Dia berharap, inisiatif serupa juga muncul di berbagai perguruan tinggi lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

41 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.