Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Belum Cukup Kompetitif di Lingkup Regional

📅 Jumat, 01 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Jangka Pendek

Sementara itu, peneliti ekonomi Indef, Nailul Huda, menegaskan bahwa secara keseluruhan sebenarnya ekonomi Indonesia tidak berkualitas. Secara keseluruhan, data yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar mengalami kenaikan peringkat IMD Global Competitiveness Index, namun kenaikan itu didorong oleh faktor domestik jangka pendek.

Misalnya, harga dan konsumsi domestik yang peringkatnya mengalami kenaikan, tetapi ada sub-indikator jangka menengah dan panjang yang tidak benar-benar diurus, seperti infrastruktur pendidikan yang peringkatnya menurun. Begitu pula infrastruktur yang mendukung lingkungan juga menurun.

Demikian juga dengan produktivitas dan efisiensi bisnis juga masih sangat buruk yang mana peringkatnya 42 dari 64 negara. Maka dari itu, nilai Incremental Capital to Output Ratio (nilai yang memperlihatkan efisiensi modal) terus meningkat yang berarti semakin tidak efisien.

Begitu pula dengan penyerapan tenaga kerja yang turun. Investasi yang masuk kebanyakan padat modal, dengan penyerapan tenaga kerja yang minim, berbeda kalau investasinya berkualitas, tenaga kerja akan terserap.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia berhasil melakukan lompatan 10 peringkat daya saing dunia di tengah sengitnya kompetisi antarnegara memperebutkan peluang pasar ekspor dan investasi.

"Kita bersyukur IMD Global Competitiveness Index di 2023, Indonesia naik ranking dari 44 ke 34. Naik 10 peringkat, ini masuk kategori tertinggi di dunia karena lompatannya 10 peringkat," kata Presiden pada pembukaan Rapat Kerja Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2023 di Tangerang, Banten, Kamis.

Daya saing Indonesia, kata Presiden, salah satunya dibuktikan oleh capaian penyediaan infrastruktur yang memperoleh tanggapan positif dunia. "Komponen competitiveness-nya, daya saing kita yang paling bagus di infrastruktur. Sekarang kita dinilai bagus di infrastruktur," kata Presiden.

Selain infrastruktur, efisiensi bisnis di Indonesia juga melompat naik 11 peringkat, diikuti efisiensi pemerintah yang juga naik empat peringkat. "Tapi yang paling bagus adalah performa ekonomi, naik 13 peringkat dari sebelumnya 42 ke 29," kata Presiden.

Kepala Negara pun mengajak semua pihak melanjutkan peningkatan competitiveness index Indonesia agar semakin baik merespons persaingan global.

Wakil Rektor III, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, pemerintah jangan terlena dengan capaian yang ada karena pasar ekspor dan investasi dunia sangat cepat berubah dan kompleks.

"Lompatan ini bisa jadi adalah energi baru kita dapat responsif dan kompetitif dalam memperebutkan pasar ekspor dan investasi. Tapi, situasi VUCA (volatile, uncertanty, complexity, and ambiguity) membuat persaingan akan berubah lebih cepat lagi sehingga diperlukan daya gerak dengan memantapkan semangat readiness, awareness dan allertnes yang lebih kuat lagi, khususnya dalam membaca perubahan ke depan," kata Surokim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Lumpuh Total, Listrik di Se...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.