Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi, Lebak Libatkan Semua Elemen Wujudkan Angka Stunting 14 Persen di 2024

📅 Minggu, 27 Agu 2023, 07:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Lebak Libatkan Semua Elemen Wujudkan Angka Stunting 14 Persen di 2024 Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Seorang balita penderita stunting menerima bantuan telur 10 butir di Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

Lebak - Perkuat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten melibatkan semua elemen untuk mencapai target penurunan stuntung yang telah dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, yakni tersisa 14 persen pada 2024.

"Kita bekerja keras dan melibatkan semua elemen untuk mencapai target itu. Semoga bisa direalisasikan," kata Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi saat Pengukuhan dan Pelantikan Forum Generasi Remaja Berencana di Lebak, Sabtu.

Keterlibatan semua elemen maupun komponen, termasuk Forum Generasi Remaja Berencana ( Genre) sangat diperlukan untuk penanganan tengkes.

Menurut dia, Genre bisa mensosialisasikan kepada teman- teman seusia remaja dengan mengajak menikah untuk perempuan usia 22 tahun dan laki-laki 25 tahun.

Selain itu, juga membangun rumah tangga harus memiliki pekerjaan sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan.

Setelah hamil nanti, kata dia, dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin ke puskesmas sehingga melahirkan anak sehat dan tidak stunting.

Begitu juga para remaja putri usia SMP, SMA dan mahasiswa wajib minum tablet tambah darah guna menghindari kekurangan gizi.

"Kami mengapresiasi kehadiran Genre cukup peduli untuk penanganan stunting," kata Ade Sumardi yang juga Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Lebak itu.

Sekretaris Koordinator Penanganan Stunting, Dinas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah mengatakan pihaknya optimistis target penurunan 14 persen angka stunting pada 2024 bisa terealisasi karena saat ini seluruh elemen berjalan baik.

Pihaknya mengapresiasi kasus stunting di Kabupaten Lebak menurun dari 4.618 kasus pada 2022 menjadi 3.736 kasus pada April 2023.

Tuti menilai jika stunting juga disebabkan oleh sejumlah faktor seperti kesulitan ekonomi yang berdampak daya beli masyarakat menjadi rendah sehingga asupan gizi pada anaknya tidak terpenuhi.

Selain itu, stunting juga disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kumuh dan tidak memiliki sarana air bersih serta sanitasi.

"Kita meyakini jika semua komponen berjalan baik dan saling mendukung dipastikan prevalensi stunting turun," katanya menjelaskan.

Sementara itu,Siti Aminah peserta Genre mengatakan pihaknya akan bekerja keras untuk membantu penanganan stunting agar generasi bangsa memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.

"Kita di forum Genre nanti memiliki agenda kerja mulai sosialisasi hingga seminar tentang pencegahan stunting, khusus memberikan edukasi kepada para remaja," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.