Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Ungkap Kriteria Partai Politik dan Figur Idaman Generasi 'Zaman Now'

📅 Jumat, 18 Agu 2023, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain itu, "kesederhanaan" juga menjadi kriteria bagi kelompok muda dalam memilih figur-figur politik. Sebagian besar dari mereka menganggap bahwa gaya hidup glamor para politikus adalah contoh buruk dan tidak pantas ditampilkan di depan publik. Ini karena para kaum muda meyakini bahwa penghasilan politikus yang menjadi pemimpin daerah atau negara berasal dari pajak masyarakat.

Temuan riset saya senada dengan hasil penelitian CSIS yang menyatakan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki karakter yang jujur, tidak korupsi dan sederhana.

Mengapa masih banyak yang apolitis?

Dua dari delapan narasumber perwakilan kelompok muda di Pulau Derawan menyatakan dua alasan utama mengapa mereka dan kawan-kawan sebaya mereka menjadi apolitis.

Pertama adalah kurangnya pengenalan terhadap sosok calon pemimpin baik di tingkat daerah maupun nasional. Politikus baru sering kali muncul hanya pada saat masa kampanye, sehingga pemilih muda tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang calon pemimpin tersebut. Ini kemudian membuat pemilih muda merasa bahwa politikus cenderung menjaga jarak dengan masyarakat dan hanya hadir ketika ada kepentingan elektoral.

Kedua adalah adanya kekhawatiran terhadap kritik, hujatan, dan penilaian berlebihan dari politikus senior kepada politikus junior. Ini dialami salah satunya oleh Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, yang disebut "anak ingusan" oleh Panda Nababan, politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), karena santer diisukan akan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Referensi pemilih muda dalam memilih

Bagi pemilih muda, terutama pemilih pemula di rentang usia 16-18 tahun, yang paling umum terjadi adalah mengikuti arahan atau pilihan orang tua atau keluarga terdekat lain ketika hendak mencoblos kandidat dalam pemilu.

Ini karena mereka yang berada pada usia tersebut masih tergolong "remaja pertengahan". Pada usia ini mereka mulai mengalami konflik terhadap kemandirian dan kontrol diri. Otonomi dalam berpikir, termasuk menentukan pilihan mulai tumbuh pada usia ini.

Namun, dalam beberapa situasi, mereka mungkin masih bingung dalam menentukan pilihan sehingga pendapat kedua dan "bimbingan" dari orang sekitar, termasuk orang tua, menjadi perlu.

Kendati demikian, banyak pula pemilih muda yang sudah memiliki preferensi sendiri dalam memilih pemimpin politik dan tidak mau "dikekang" oleh pilihan orang tuanya. Tentunya hal ini sangat tergantung pada karakteristik generasi itu sendiri. Ada yang cenderung menyukai kebebasan, fleksibilitas, kemandirian, teknologi media sosial, dan internet of things (IoT).

Yang lebih penting, ketika berbicara tentang pemilih dari kelompok muda di daerah, preferensi mereka cenderung tertuju pada calon pemimpin yang memahami kondisi di daerah dan bersedia bekerja berdasarkan aspirasi mereka, mengingat bahwa pemimpin tersebut akan mendapatkan penghasilan dari dana publik.The Conversation

Dadang Ilham Kurniawan Mujiono, Faculty member of International Relations Department, Universitas Mulawarman

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Bidik Juara Umum Porprov Jabar

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Bidik Jua...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.