Riset Ungkap Kriteria Partai Politik dan Figur Idaman Generasi 'Zaman Now'
📅 Jumat, 18 Agu 2023, 10:55 WIB | Oleh: Tim PenulisMereka yang peduli dengan politik menjabarkan lebih detail seperti apa kriteria figur pemimpin, figur politik, serta partai politik yang mereka harapkan.
Secara garis besar, ada empat kriteria yang mereka harapkan dari siapa pun pemimpin yang terpilih dari kontestasi politik.
Pertama adalah seiman. Dua dari tiga narasumber perempuan memandang agama sebagai modal utama untuk memilih calon pemimpin masa depan. "Seiman" adalah kata yang pertama kali mereka sebut sebagai kriteria figur politik yang mereka harapkan. Mereka meyakini bahwa ajaran agama mereka - Islam - adalah yang terbaik, sehingga individu yang seiman dianggap cocok untuk memimpin mereka.
Kedua adalah yang memahami kondisi di daerah. Bagi para pemilih muda, baik laki-laki maupun perempuan. Pemahaman terhadap kondisi daerah setempat merupakan hal wajib yang harus dikuasai oleh calon pemimpin politik. Ini mencakup penguasaan bahasa daerah, adat istiadat, dan budaya setempat. Tidak hanya sekadar selebrasi dan datang kampanye dengan mengenakan pakaian daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kriteria kedua tersebut, menurut saya, mencerminkan perbedaan mendasar pandangan politik di antara kelompok muda di daerah dan di kota-kota besar.
Kaum muda di daerah, khususnya di Pulau Derawan dan umumnya di Kalimantan Timur, tidak berpikir terlalu ambisius mengenai politik nasional. Mereka lebih tertarik pada isu-isu yang berlangsung di daerah karena berkenaan langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Di kota-kota besar, termasuk ibu kota Jakarta, pandangan politik kaum mudanya terkadang lebih luas dan melewati batas-batas regional. Menurut saya, ini terjadi karena kelompok muda di kota besar lebih mudah mendapatkan informasi, termasuk dari media mainstream. Ini membuat mereka lebih mudah terpengaruh oleh perkembangan isu-isu terkini, termasuk dalam menentukan arah politik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paparan informasi dari media membuat kaum muda dapat dengan cepat mengetahui perkembangan isu-isu nasional, yang kemudian memungkinkan mereka berpikir, berdiskusi, dan merumuskan berbagai formulasi terkait isu tersebut.
Paparan informasi tentunya memberikan dampak positif bagi para kaum muda, membuat mereka menjadi lebih berpengetahuan luas. Namun, ini seringkali secara tidak langsung membuat mereka melupakan masalah yang ada di lingkungan mereka sendiri. Ini karena mereka menganggap bahwa lebih aktif dalam diskusi nasional dapat membuat mereka lebih "terlihat" dan "terkenal."
Kriteria ketiga adalah politikus atau calon pemimpin harus mampu bekerja berdasarkan kepentingan masyarakat dan aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah.
Contohnya, kaum muda ini mengharapkan adanya pemimpin yang kebijakannya dapat membantu mereka untuk mendapatkan beasiswa guna melanjutkan pendidikan di luar Kalimantan, memberikan bantuan agar mereka bisa bekerja di berbagai institusi, dan dapat meningkatkan infrastruktur di daerah.
Keempat adalah memiliki karakter sederhana dan tidak koruptif. Banyak juga kaum muda yang tidak terlalu memprioritaskan isu agama. Dari delapan narasumber, hanya dua yang memprioritaskan isu agama. Sisanya mereka lebih mengutamakan kualitas dari figur-figur politik tersebut.
Misalnya, mereka lebih suka figur-figur yang tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurut mereka, Indonesia telah dirusak oleh perilaku koruptif. Oleh karena itu, calon pemimpin dengan catatan buruk atau pernah dicurigai terlibat dalam kasus korupsi tidak akan menjadi idola bagi mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!