Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Napak Tilas Jejak Alfred Wallace di Maros dan ‘Surga’ Kupu-kupu Bantimurung

📅 Jumat, 18 Agu 2023, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Napak Tilas Jejak Alfred Wallace di Maros dan ‘Surga’ Kupu-kupu Bantimurung Doc: The Conversation/KLHK
Ket. Kupu-kupu di Telaga Kassi Rebo, Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan.

Robby Irfany Maqoma, The Conversation

Artikel ini merupakan bagian dari serangkaian analisis untuk meramaikan perhelatan Wallacea Science Symposium di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 13 - 15 Agustus 2023.

Pada 12 Juli 1857, naturalis asal Inggris Alfred Russel Wallace tiba di kawasan perbukitan karst Maros, Sulawesi Selatan. Di sana, dia mengamati dan mengumpulkan spesies flora dan fauna. Wallace juga pergi ke air terjun Bantimurung untuk mengamati beragam jenis kupu-kupu.

Wallace terperangah dengan lanskap menara-menara karst yang menjulang tinggi dan kekayaan hayati di dalamnya. Dia turut memasukkan catatan perjalanan di Maros dalam magnum opus-nya yang berjudul The Malay Archipelago (diterjemahkan menjadi Kepulauan Nusantara) yang terbit pada 1869. Buku ini merupakan salah satu landasan ilmiah terpenting tentang keberagaman hayati di Sulawesi, sekaligus menjadi rujukan beraneka ekspedisi ilmiah hingga sekarang.

Arkeolog dari Griffith University, Adam Brumm, menganggap lawatan Wallace ke Maros sebagai salah satu titik terpenting yang menjadi dasar pemikirannya tentang keberagaman spesies. Namun, saat ini baru sedikit detail perjalanannya yang diketahui.

Hal inilah mendasari Adam untuk menyelidiki jejak Wallace di Maros bersama dua pegiat sejarah Wallace: Kama Jaya Shagir dan Taufik Ismail. Hasil penelusuran ketiganya tertuang dalam riset yang terbit pada 2019.

"Wallace membuat banyak orang kagum. Dia adalah petualang, ilmuwan yang didorong rasa keingintahuannya," ujar Adam saat mengikuti Wallace trail dalam bagian dari Wallacea Science Symposium yang diadakan di Maros pada Ahad, 13 Agustus 2023.

Jejak pondok Wallace

Wallace bermukim di Maros di suatu pondok di kawasan pertanian di lembah karst milik seorang pengusaha pertanian peranakan Belanda, Jacob Mesman.

Bak stasiun penelitian, pondok tempat Wallace tinggal sekaligus berfungsi sebagai tempat pengumpulan spesimen yang diperolehnya dari sekitar kawasan karst Maros. Di lokasi tersebut, Wallace mencatat 38 spesies mulai dari kupu-kupu Papilio telephus, rusa, burung parkit, hingga kera hitam sulawesi.

Wallace trail yang diadakan Universitas Hasanuddin bersama Akademi Ilmu pengetahuan Indonesia (AIPI) menelusuri lokasi pondok tersebut. Lokasi ini ditemukan berkat penelusuran Adam bersama Kama dan Taufik.

Upaya menemukan pondok ini tidaklah mudah karena Wallace tidak menyebutkan lokasi spesifiknya. Adam bersama Kama, Taufik, dan rekan lainnya harus mewawancarai beberapa tetua di desa sekitar, mengubek-ubek buku dan surat-surat Wallace, peta-peta era kolonial Belanda, dan memoar Jacob Mesman.

Dari penelusuran dokumen-dokumen, mereka menemukan Wallace pertama kali bermukim di sebuah rumah milik keluarga Mesman di lembah karst bernama Bungaeja (Bunga Ejayya dalam bahasa Bugis).

Kendati begitu, Wallace hanya empat hari tinggal di pondokan tersebut karena dia merasa tempatnya terlalu berangin dan berdebu. Akhirnya, Jacob Mesman membangun pondok khusus dari bambu untuk Wallace tak jauh dari lokasi ini. Di sana, Wallace cukup betah dan tinggal selama dua bulan sampai musim hujan tiba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.