Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inggris Cegat Pesawat Pengebom Russia yang Melintasi Wilayah Utara Skotlandia

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 01:31 WIB | Oleh:
Inggris Cegat Pesawat Pengebom Russia yang Melintasi Wilayah Utara Skotlandia Doc: istimewa
Ket. Ilustrasi Kementerian Pertahanan Russia memperlihatkan dua pesawat perang Prancis Mirage 2000 dan Rafale dilacak oleh jet tempur Russia Su-27 di ruang udara internasional di atas Laut Hitam, beberapa waktu lalu.

LONDON - Inggris mengatakan pesawat tempurnya mencegat dua pesawat pengebom jarak jauh Russia yang terbang melintasi utara Skotlandia. Insiden terjadi Senin pagi setelah pesawat pengebom patroli maritim jarak jauh Russia transit di utara Kepulauan Shetland di dalam wilayah kepolisian udara utara NATO.

Jet Typhoon Inggris diterbangkan dari RAF Lossiemouth, salah satu dari dua stasiun Peringatan Reaksi Cepat Angkatan Udara Inggris, untuk mencegat pesawat pengebom jarak jauh Russia Tu-142 yang terbang melintasi Skotlandia utara, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan.

Pesawat patroli maritim Russia Tu-142 Bear-F dan Tu-142 Bear J, digunakan untuk pengintaian dan perang anti-kapal selam, dipantau oleh Typhoon RAF di wilayah udara internasional saat mereka melewati utara Inggris," tambah pernyataan itu.

Seperti dikutip dari Antara, James Heappey, menteri Angkatan Bersenjata, mengatakan kru RAF di Lossiemouth menjaga pengawasan konstan atas wilayah udara Inggris.

Sementara itu, Kapal tanker Voyager juga bereaksi cepat dan tetap mengudara selama misi untuk menyediakan pengisian bahan bakar di udara.

"Ketika alarm untuk reaksi cepat berbunyi pada pagi dini hari, adrenalin mulai beraksi," sebut seorang pilot RAF yang tidak disebutkan namanya dalam pernyataan.

Kembali ke Pangkalan

Beberapa saat kemudian, Typhoons dan Voyager kembali ke pangkalan. Terkait dengan pesenjataan ini, sebelumnya Inggris bakal mengumumkan rencana untuk meningkatkan kesiapan tempur militernya, termasuk menganggarkan 2,5 miliar pound (sekitar 49 triliun rupiah) guna mengisi kembali persediaan amunisi yang menipis akibat perang di Ukraina.

Perang tersebut telah menyingkap kelemahan dalam militer Inggris, termasuk penurunan cadangan sejumlah amunisi dan kurangnya kapasitas industri yang diperlukan guna meningkatkan produksi dengan cepat karena Inggris telah memasok senjata ke Ukraina untuk digunakan melawan Russia.

Pemerintah menyatakan versi terakhir dari Kajian Komando Pertahanan akan menetapkan strategi untuk membentuk kembali ukuran dan kekuatan angkatan bersenjata dalam rangka melawan ancaman langsung yang dimunculkan oleh Russia dan tantangan jangka panjang dari Tiongkok.

Strategi baru itu mencakup rencana untuk Pasukan Tanggap Global baru yang dapat memberdayakan pasukan agar dapat tiba paling awal dan meningkatkan kapasitas petempur yang terdiri atas para mantan tentara.

Menteri Pertahanan Ben Wallace menyatakan strategi tersebut akan memastikan Inggris tetap terdepan dalam kapabilitas militer dan kekuatan utama di NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

"Kami harus beradaptasi dan memodernisasi untuk mengatasi ancaman yang kami hadapi, mengambil pelajaran dari invasi tanpa provokasi oleh Presiden Putin ke Ukraina," kata Wallace.

Wallane mengumumkan pada akhir pekan lalu bahwa dia akan segera mengundurkan diri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.