Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Polandia Tuding Rusia-Belarusia Berencana Ganggu Stabilitas Negaranya

📅 Senin, 14 Agu 2023, 10:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Polandia Tuding Rusia-Belarusia Berencana Ganggu Stabilitas Negaranya Doc: Gazeta.pl
Ket. Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki.

WARSAWA - Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki pada Minggu (13/8) mengatakan bahwa situasi tegang di perbatasan antara Polandia dan Belarus adalah akibat dari rencana bersama Minsk dan Moskow untuk mengganggu stabilitas negaranya dan Uni Eropa (EU).

"Selama lebih dari dua tahun, Polandia telah mengalami serangan di perbatasan timurnya," kata Morawiecki kepada harian Italia Corriere della Sera.

Pada pekan lalu, Polandia mengatakan bahwa mereka telah mengirim 10.000 tentara ke daerah perbatasan untuk meningkatkan keamanan dalam menghadapi provokasi yang meningkat di perbatasan negaranya dengan Belarus. Tuduhan ini telah dibantah oleh Minsk.

Morawiecki menambahkan bahwa Rusia dan Belarus secara sengaja memanfaatkan imigran untuk menyerang struktur keamanan Polandia dan memecah belah persatuan Uni Eropa.

Ia mengatakan jumlah imigran yang berusaha melintasi perbatasan secara ilegal dari Belarus ke Polandia tahun ini mencapai sekitar 16.000 orang.

Polandia telah menghadapi gelombang migran yang melintasi perbatasan timurnya dengan Belarus sejak 2021. Warsawa menuding Minsk mengorganisir penyeberangan ilegal tersebut.

Terkait kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, yang saat ini dilaporkan berada di Belarus, Morawiecki mengatakan bahwa baru-baru ini ada lebih dari seratus petempur Wagner yang bergerak menuju Celah Suwalki, dekat perbatasan Polandia.

"Ini bisa menjadi fase selanjutnya dari serangan hibrida yang sedang berlangsung di Polandia," kata Morawiecki.

"Kami telah melihat apa yang dapat mereka (tentara Wagner) lakukan di Afrika dan Ukraina," tambahnya.

Dia menambahkan bahwa petempur Wagner merupakan ancaman bagi negaranya karena mereka dapat menyamar sebagai penjaga perbatasan Belarus dan membantu imigran ilegal memasuki Polandia.

"Mereka juga dapat melatih imigran untuk memprovokasi dan menyerang badan-badan pemerintah Polandia. Mereka dapat mencoba melintasi perbatasan, berpura-pura menjadi imigran ilegal dan kemudian mencoba membuat negara kita tidak stabil," pungkas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.