Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Riset Temukan Bagaimana Elite Raup Cuan dari Sengkarut Tata Kelola Nikel Sulteng

📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasil Riset Temukan Bagaimana Elite Raup Cuan dari Sengkarut Tata Kelola Nikel Sulteng Doc: The Conversation/Shutterstock/Rafiq Pramudya
Ket. Proses pemuatan bijih nikel ke tongkang di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

La Husen Zuada, Universitas Tadulako

Di tengah ambisi pemerintah untuk menjadi sentra baterai kendaraan listrik, Sulawesi Tengah menikmati banyak 'berkah'. Daerah kaya deposit nikel ini menjadi provinsi penerima investasi asing terbesar di Indonesia pada 2022. Pertumbuhan ekonominya moncer di angka melebihi 11% rata-rata selama satu dekade.

Namun torehan di atas tak betul-betul mendorong kesejahteraan masyarakat. Pada 2021, angka kemiskinan Sulawesi Tengah masih tinggi: 12,18% populasi atau termasuk 10 provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Ini juga tercermin dari rasio gini (menunjukkan ketimpangan) dan pendapatan daerah yang rendah bila dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Korupsi ditengarai menjadi salah satu biang keroknya. Investigasi majalah TEMPO, misalnya, menceritakan bagaimana elit politik dan pengusaha pertambangan memperoleh izin usaha melalui praktik suap, dugaan pemalsuan dokumen, dan kemampuan berjejaring dengan penyelenggara negara.

Hasil penelitian terbaru kami, yang terbit di Jurnal Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memperkuat dugaan korupsi. Ada selisih perhitungan produksi nikel selama 2011-2021 dan selisih ekspor nikel dari Indonesia ke Cina sejak 2014-2021 yang tak tercatat di kas negara. Angkanya diperkirakan sekitar US$10 miliar atau sekitar Rp153 triliun.

Sementara itu, ekspor bijih nikel ke Cina terus berlangsung meski pemerintah telah melakukan pembatasan.

Melalui artikel ini kami mendata bagaimana para elit mengantungi uang dari sengkarut tata kelola penambangan nikel di Sulawesi Tengah.

Mendulang untung dari jejaring

Kami melakukan wawancara, observasi lapangan, dan studi pustaka terhadap dokumen pemerintah dan KPK. Kami mewawancarai 13 responden dari berbagai latar belakang-termasuk politikus, pebisnis, wartawan lokal, pemimpin lembaga swadaya masyarakat, ketua pemuda dan pelajar, pihak pemerintah, dan kepala desa. Observasi berfokus di tiga kabupaten-Morowali, Morowali Utara, dan Banggai-yang banyak memiliki cadangan nikel dan aktivitas pertambangan.

Berdasarkan pemetaan menggunakan social network analysis (SNA), kami menemukan adanya relasi ekonomi - politik dalam bisnis penambangan nikel. Jaringan ini melibatkan banyak pihak: mulai dari pejabat pemerintah daerah dan pusat, pengusaha, pengurus partai politik, aparat penegak hukum, aktivis, pengacara, pelaku industri pengolahan (smelter), hingga elit desa.

Para aktor tersebut berjejaring satu sama lain. Ada lima jenisnya: jaringan bisnis, jaringan keluarga, jaringan partai, jaringan pemerintah, dan jaringan organisasi massa (sosial dan agama).

Pada dasarnya, dalam sebuah jaringan, setiap aktor memiliki hubungan dengan aktor lainnya, kemudian membentuk berbagai subjaringan yang lebih kompleks. Keterlibatan para aktor umumnya terkait erat dengan kewenangan, posisi yang mereka miliki dalam aktivitas pertambangan nikel, dan ketokohan di masyarakat. Interaksi sosial antaraktor ini menjadi cikal bakal terbentuknya jaringan korupsi.

Modus operandi



Berdasarkan temuan penelitian kami, jaringan-jaringan di atas menciptakan enam modus korupsi dalam aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.