Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seberapa Banyak Bakteri di Ponsel? Anda Tidak akan Pernah Ingin Tahu

📅 Kamis, 10 Agu 2023, 15:57 WIB | Oleh:
Seberapa Banyak Bakteri di Ponsel? Anda  Tidak akan Pernah Ingin Tahu Doc: Istimewa
Ket. Studi oleh University of Arizona menemukan bahwa ponsel membawa bakteri 10 kali lebih banyak daripada kebanyakan dudukan toilet.

Lupakan dudukan toilet atau sol sepatu. Salah satu benda yang paling banyak ditemukan baktetri atau kuman di rumah Anda kemungkinan besar ada di tangan atau saku Anda saat ini: ponsel cerdas.

Seberapa banyak kuman di perangkat ini sebenarnya? Sejumlah penelitian telah menyelidiki pertanyaan ini dan temuan mereka cukup menarik.

Bakteri apa yang hidup di ponsel ?

IFL Science melansir, sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu di jurnal Scientific Reports meneliti ponsel dari 26 staf medis rumah sakit. Secara total, mereka menemukan 1.307 strain bakteri yang berbeda, belum lagi koleksi luas jamur patogen, virus, dan bakteriofag.

Tentu saja, staf layanan kesehatan lebih mungkin terpapar berbagai patogen mengingat lingkungan kerja mereka yang berisiko. Namun, terbukti bahwa rata-rata masih penuh dengan berbagai jenis bakteri patogen.

Pada 2011, para ilmuwan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Queen Mary menemukan bahwa hingga 16 persen ponsel mengandung E. coli dalam jumlah yang signifikan, bakteri umum yang ditemukan pada kotoran manusia.

Bersama dengan E. coli, bakteri yang paling umum ditemukan di ponsel adalah:

Staphylococcus, yang sering menyebabkan infeksi staph pada kulit.

Selain itu Actinobacteria, keluarga besar bakteri yang dapat menyebabkan tuberkulosis, difteri, dan vaginosis bakteri.

Citrobacter, yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, sepsis, dan meningitis
Enterococcus , yang dapat menyebabkan berbagai infeksi, termasuk meningitis

Bakteri yang kebal antibiotik juga merupakan penghuni smartphone yang umum. Studi lain tentang ponsel petugas kesehatan menemukan bahwa bakteri yang resistan terhadap berbagai obat terdapat pada 69,9 persen sampel.

Semua ini sama menjijikkannya dengan kedengarannya. Menurut sebuah studi oleh University of Arizona, ponsel membawa bakteri 10 kali lebih banyak daripada kebanyakan dudukan toilet.

Mengapa ponsel sangat kotor?

Anda mungkin penasaran bagaimana smartphone menjadi sarang patogen yang padat. Nah, sebuah survei pada 2018 menemukan bahwa tiga dari empat orang di AS mengaku menggunakan ponsel saat berada di toilet. Kami yakin Anda bisa membayangkan sisanya.

Diperkirakan rata-rata orang mengetuk, menggesek, dan mengeklik layar ponsel mereka sebanyak 2.617 kali setiap hari . Untuk pengguna berat, angka itu berlipat ganda menjadi 5.427 sentuhan sehari. Di sela-sela sentuhan ini, tangan kita terus-menerus mengambil tumpangan mikroba baru dari menyentuh pegangan tangan, berjabat tangan, menekan tombol lift, dan sebagainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.