Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Terancam Perang Saudara, Kali Ini Dipicu oleh Donald Trump

📅 Selasa, 08 Agu 2023, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Terancam Perang Saudara, Kali Ini Dipicu oleh Donald Trump Doc: The Conversation/AP/Sue Ogrocki
Ket. Mantan Presiden AS Donald Trump.

Jason Opal, McGill University

Dakwaan terhadap mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas tuduhan percobaan pembatalan hasil pemilihan presiden (Pilpres) AS 2020 merupakan ujian paling serius bagi pemerintahan konstitusional AS, paling tidak sejak Desember 1860 ketika negara bagian South Carolina memisahkan diri dari AS.

Pemisahan diri tersebut memicu terjadinya rangkaian peristiwa yang mengarah pada Perang Saudara (Civil War).

Namun, sebelum membahas apa yang dipertaruhkan dalam krisis kali ini, kita harus lebih dulu melihat akar masalahnya lebih dalam.

Bagaimana mungkin seorang presiden yang kalah menolak untuk menerima hasil pemilihan umum (pemilu) yang - secara historis - aman, lalu mengerahkan massa untuk melakukan kerusuhan di Gedung Kongres AS dan memerintahkan para pendukung setianya yang jumlahnya sepertiga penduduk AS?

Bagaimana mungkin orang ini dapat menggugat seperenam, atau lebih, pemilih lainnya, demi bisa kembali berkuasa pada tahun 2024 sebagai calon terkuat dari Partai Republik?

Orang-orang terpilih

Sebagai seorang sejarawan yang mencoba untuk mengamati peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini, saya melihat ada satu penjelasan mendasar yang dapat ditarik ke belakang - meskipun kelihatannya aneh - dari satu bagian buku yang diterbitkan di Paris 238 tahun yang lalu.

"Mereka yang bekerja keras di bumi adalah umat pilihan Tuhan." Demikianlah yang dinyatakan Thomas Jefferson pada tahun 1785 dalam "Notes on the State of Virginia" (Catatan Negara Virginia), yang awalnya ia tulis sebagai rangkaian surat untuk seorang pengunjung dari Prancis.

Kata-kata Jefferson bukan cuma angin lalu. Setelah menjadi presiden pada tahun 1801, ia menggunakan kekuatan pemerintah federal untuk memperluas kekuatan publik AS dan mensurvei, membagi, dan menjual kekuatan tersebut kepada sebanyak mungkin petani kulit putih.

Menurut seorang sejarawan, AS pada masa awal adalah sebuah "kerajaan pemukim", sebuah kekuatan politik dan militer yang memiliki tujuan utama untuk menyediakan lebih banyak lahan bagi keluarga petani.

Situasi ini berlangsung selama beberapa generasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.