Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Terancam Perang Saudara, Kali Ini Dipicu oleh Donald Trump

📅 Selasa, 08 Agu 2023, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dengan sedikit perubahan dan variasi, partai-partai dan presiden-presiden memuji dan mendukung mayoritas penduduk pedesaan di Amerika.

Budaya Amerika menilai masyarakat petani dan kota-kota kecil sebagai bagian yang paling otentik dan berbudi luhur dari negara ini - atau, seperti yang dikatakan oleh Presiden Andrew Jackson pada tahun 1837, "tulang dan urat nadi negara."

Orang-orang itu, pada gilirannya, meyakini bahwa merekalah yang berkuasa, bukan pemerintah, Kongres, atau pun konstitusi.

Hal ini berlanjut setelah Perang Saudara menghancurkan perbudakan pada tahun 1860-an dan setelah Amerika menjadi masyarakat perkotaan pada tahun 1920-an.

Hanya dengan revolusi budaya dan sosial pada tahun 1960-an dan 1970-an, para penerus "orang-orang pilihan" Jefferson kehilangan status mereka sebagai orang Amerika yang paling Amerika.

Kulit putih, heteroseksual, Kristen

Kabar baiknya, keragaman budaya yang telah muncul selama setengah abad terakhir ini menyatakan bahwa semua orang Amerika adalah sama-sama Amerika. Kabar buruknya, budaya tersebut meremehkan "flyover states", alias wilayah besar AS yang terletak di antara Pesisir Timur dan Pesisir Barat, sebagai daerah terpencil dan rasis.

Bagaiman apun, lahirnya Amerika yang baru dan plural ini membuat marah puluhan juta orang yang sebagian besar tinggal di kota-kota kecil dan di wilayah Selatan yang sebagian besar mengidentifikasi diri mereka sebagai orang kulit putih, heteroseksual, dan Kristen.

Trump, walaupun ia orang New York, memahami dan menyulut kemarahan itu. Dia seakan bermain dengan energi gelap amarah tersebut. Dia mengatakan kepada para pengikut MAGA ("Make America Great Again", slogan kampanye Trump yang menjanjikan kebangkitan kembali AS) bahwa merekalah yang membuat Amerika menjadi besar dan hanya dia yang dapat mengembalikan kejayaan tersebut.

Inilah mengapa mengapa Trump memiliki pengaruh yang begitu kuat terhadap begitu banyak warga AS. Dan sekarang, setelah menghadapi banyak dakwaan, ia menyerukan kepada mereka untuk menolak tidak hanya tatanan konstitusional AS tetapi juga dua pilarnya - aturan hukum dan aturan fakta.

Seperti yang dia katakan kepada pendukung setianya di acara tahunan Conservative Political Action Committee (Komite Aksi Politik Konservatif) bulan Maret lalu: "Saya adalah pejuangmu. Saya adalah keadilanmu. Dan bagi mereka yang telah dianiaya dan dikhianati: Sayalah pembalasanmu."

Keputusan 2024

Tuduhan terbaru tanpa ragu menunjukkan bahwa Trump terus mengulangi - dan menindaklanjuti - klaim tentang pemilu yang bahkan oleh para penasihat terdekatnya sendiri dicirikan sebagai "hanya omong kosong konspirasi yang keluar dari sumbernya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Kalah Telak di Piala AFF: T...
Olahraga
Daftar 18 Pemain Voli Putra...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.