Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Optimalkan Kartu Anak Jakarta Atasi 'Stunting'

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Optimalkan Kartu Anak Jakarta Atasi 'Stunting' Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Para orang tua mengantarkan anaknya berobat ke Puskesmas, Jakarta, beberapa waktu lalu

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan mampu mengoptimalkan program bantuan Kartu Anak Jakarta untuk menuntaskan atau setidaknya menekan anak stunting Ibu Kota. "Optimalkan bantuan Kartu Anak Jakarta yang merupakan program bantuan untuk anak dari keluarga prasejahtera berusia 0-6 tahun," kata legislator DKI Jakarta,Idris Ahmad, Senin (31/7).

Idris menuturkan dengan mengoptimalkanKartu Anak Jakarta bisa memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah daripada melaksanakan program orang tua asuh. Untuk program orang tua asuh harus menggandeng Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna mengalokasikan bantuan uang tunai 1,3 juta per bulan, sertamakanan seperti susu, vitamin, dan telor.

MenurutIdris, nanti ada penebalan anggaran dalam program pemberian makanan tambahan yang selama ini sudah ada di puskesmas, tapi hanya mampu membeli susu. Lebih jauh, dia berharapKartu Anak Jakarta ?????bisa lebih tepat sasaran bila diimbangi integrasi data yang baik. "Saya mendorongbantuan sepenuhnya dilakukan melalui APBD. Bahkan bukan hanya pada kelompok stunting, tetapi juga untuk anak dengan kondisi gizi buruk," katanya.

Menurut Idris, ada banyak kerja lain yang harus dilaksanakan dalam penanganan rawan gizi, mulai dari penataan permukiman dan sanitasi. Otimalkan kader posyandu dan sosialisasikan pendidikan kesehatan. "Tidak bisa dipilih salah satu saja. Semua program penanganan harus paralel. Fokusnya demi meningkatkan status gizi anak Jakarta," jelas Idris.

Anggota DPRD Jakarta lain, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, menilai program orang tua asuh merupakan sebuah solusi juga untuk menurunkan angka stunting. "Ini solusi jangka menengah yang cukup bagus dengan pendekatan gotong-royong dan kepedulian sesama," ujar Anggara.

Namun, untuk menyelesaikan permasalahan stunting juga diperlukan langkah lebih sistematis. Dalam jangka panjang dilakukan secara bertahap, mulai dulu dari keluarga yang membutuhkan. Kemudian, adakan pendampingan pemenuhan gizi seimbang ibu hamil. Pendampingan remaja perempuan juga perlu karena nanti mereka juga menikah dan menjadi ibu.

"Harapannya, dengan program orang tua asuh anak stunting dapat membangun kepedulian bersama guna menekan angka kerdil," ujarnya. Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, minta para orang tua lebih peduli dan membantu menurunkan angka stunting.

Heru menyebutkan, penanganan stunting Jakarta melibatkan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.