Kredit Bank DKI Tumbuh Sehat
📅 Selasa, 01 Agu 2023, 05:21 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: HO-Bank DKI
JAKARTA - Ekonomi nasional dan global yang terus menggeliat usai pandemi Covid-19 memberi angin segar bagi pertumbuhan kinerja kredit Bank DKI yang terus mencatatkan diri secara positif.
Berbagai tantangan industri perbankan seperti peningkatan suku bunga dan sentimen negatif akibat krisis perbankan Amerika Serikat serta Eropa pada awal Maret hingga Mei 2023 lalu mampu dihadapi Bank DKI dengan baik. Bank milik Pemprov DKI Jakarta tersebut mencatatkan pertumbuhan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar 14,82 persen menjadi 50,11 triliun sampai dengan Juni 2023. Ini lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang berada di angka 43,64 triliun.
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan Bank DKI ini lebih baik dari nasional yang tumbuh sebesar 8,26 persen hingga April 2023. Kemudian juga lebih baik dari rata-rata pertumbuhan kredit dan pembiayaan BPD yang tumbuh sebesar 10,07 persen.
Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy, mengatakan kinerja positif ini didorong pertumbuhan penyaluran kredit secarayear on year(yoy) seluruh segmen, dengan fokus bidang UMKM. Fidri mengatakan dalam strategi ekspansi kredit, perseroan memprioritaskan pengelolaan risiko yang efektif.
Kemudian, pengaturan portofolio kredit berorientasi UMKM dan pengawasan secara ketat untuk memastikan kualitas aset yang optimal. Rasio Non Performing Loan (NPL/kredit macet) Gross membaik. Angkanya menjadi 1,9 persen di kuartal kedua 2023 dari 2,26 persen kuartal kedua tahun lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini menandakan kualitas kredit Bank DKI semakin sehat. Selain itu, Bank DKI juga melakukan mitigasi potensi risiko seiring dengan pertumbuhan kredit dengan menjagacoverage ratiosebesar 219,16 persen," ujar Fidri, dikutip jakartagoid, Senin (31/7).
Kredit Ritel
Lebih jauh, Fidri menyampaikan pertumbuhan signifikan terjadi untuk kredit ritel yang tumbuh sebesar 74,46 persen menjadi 1,43 triliun Juni ini, dari posisi 821,54 miliar Juni 2022. Kredit mikro juga menunjukkan kinerja mengesankan dengan pertumbuhan sebesar 52,5 persen menjadi 2,98 triliun untuk Juni, dari posisi 1,95 triliun Juni 2022.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, kredit konsumer juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 14,23 persen menjadi 20,94 triliun pada Juni 2023, dari posisi 18,33 triliun Juni 2022. "Begitu pula dengan kredit skala lebih besar seperti kredit menengah," jelasnya. Sektor ini tumbuh 16,18 persen menjadi 1,68 triliun Juni 2023, dari posisi 1,45 triliun Juni 2022.
Sementara itu, seiring strategi penyaluran kredit komersial yang dilakukan secara selektif tumbuh 2,03 persen menjadi 16,45 triliun Juni, dari posisi 16,13 triliun Juni tahun lalu. Kredit sindikasi juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Ini tumbuh 33,48 persen menjadi 6,62 triliun Juni ini, dari posisi 4,96 triliun Juni lalu.
Demikian juga penyaluran pembiayaan untuk segmen syariah juga bagus. Sisi ini tumbuh 10,19 persen menjadi sebesar 7,82 triliun, dari sebelumnya 7,09 triliun. "Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut turut mendorong peningkatan aset Bank DKI," tambahnya. Aset tumbuh sebesar 12,08 persen hingga menjadi 82 triliun dari posisi 73,17 triliun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!